Berbagi Lentera

:: karena Hidup Pasti Butuh Lentera ::

Posts Tagged ‘Kisah

Pemandangan Di Balik Rumah

with 6 comments

Hmmm.. temanku lihatlah pemandangan di belakang rumahmu. Dari kejauhan suasana nyaman telah bermunculan. Pandangan mataku tak henti-hentinya ke sana kemari melihat suasana di sekelilingku. Suasana jalan setapak dengan bunga berguguran di kanan kirinya. Jembatan di atas waduk kecil juga mengiringi keindahan tempat itu..

Tak lupa aku merekatkan sisi-sisi jaketku ke dalam, karena suasana saat itu agak sedikit berembun. Aku menoleh ke atas, ternyata dedaunan jatuh juga melekat padanya tetesan-tetesan embun semalam.

Ada rasa yang sangat untuk segera menyebrangi jembatan di atas waduk. Aku penasaran, apa yang akan aku lihat nanti dari atas jembatan itu.
Read the rest of this entry »

Written by berbagilentera

January 4, 2010 at 11:19 pm

Demi Alloh, Beliau Tidak Pernah Menanyaiku Tentangnya..

leave a comment »

Doktor Naasir ibn Misfir az-Zahroni bercerita tentang Syaikh ‘Abdul-‘Aziz ibn Baz rahimahulloh:

“Syaikh ‘Abdur-Rahman ibn ‘Atiq, salah seorang pengurus keuangan Syaikh ditanya: “Apakah Syaikh pernah bertanya kepadamu tentang gajinya, dan kapan dibayarkan atau kapan dibelanjakan atau apa saja berkenaan dengannya? Dan apakah beliau pernah menanyaimu berapa jumlah gaji beliau?”

Syaikh merespon: “Demi Alloh! Beliau tidak pernah menanyaiku tentang masalah tersebut, sedangkan beliau menanyaiku seputar gaji-gaji orang lain, tidak boleh terlambat dibayarkan”.

Diterjemahkan secara bebas dari :
http://www.fatwa-online.com
Mawaaqif madhee.ah fee hayaat al-Imaam ‘Abdul-‘Azeez Ibn Baaz – halaman 223

Written by berbagilentera

November 18, 2008 at 12:49 am

Posted in Syaikh bin Baaz

Tagged with , , , , ,

Aku Ingin Mama Kembali

leave a comment »

Sebuah kisah teladan dari negeri China di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.

Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya.

Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Read the rest of this entry »

Written by berbagilentera

October 24, 2008 at 2:15 am

Posted in Kisah

Tagged with , , ,

Meninggalkan Dusta Diterima Kerja

leave a comment »

Ada seorang pria berkebangsaan Eropa yang telah memeluk Islam. Dia adalah seorang muslim yang baik Islamnya, jujur dalam tindakannya dan bersemangat untuk menampakkan keIslamannya. Dia bangga dengan Islamnya di hadapan orang-orang kafir. Tidak ada perasaan minder, malu atau perasaan ragu. Bahkan, tanpa ada kesempatan terlewatkan dia selalu bersemangat untuk menampakkan keIslaman itu.

Suatu saat dia bercerita bahwa ada sebuah iklan lowongan kerja di sebuah instansi pemerintah yang kafir. Pria muslim yang bangga dengan Islamnya ini mengajukan lamaran untuk mendapat pekerjaan tersebut. Tentunya dia harus menjalani test wawancara. Selain dia banyak juga orang-orang yang ikut test ini. Saat tiba gilirannya untuk test wawancara, panitia khusus instansi ini mengajukan kepadanya beberapa pertanyaan.

Read the rest of this entry »

Written by berbagilentera

October 14, 2008 at 11:16 pm

Posted in Kisah

Tagged with , , ,

Urung Mencuri Terung, Allah Karuniakan Seorang Isteri

leave a comment »

Di Damaskus, ada sebuah mesjid besar, namanya mesjid Jami’ At-Taubah. Dia adalah sebuah masjid yang penuh keberkahan. Di dalamnya ada ketenangan dan keindahan. Sejak tujuh puluh tahun, di masjid itu ada seorang syaikh pendidik yang alim dan mengamalkan ilmunya. Dia sangat fakir sehingga menjadi contoh dalam kefakirannya, dalam menahan diri dari meminta, dalam kemuliaan jiwanya dan dalam berkhidmat untuk kepentingan orang lain.

Saat itu ada pemuda yang bertempat di sebuah kamar dalam masjid. Sudah dua hari berlalu tanpa ada makanan yang dapat dimakannya. Dia tidak mempunyai makanana ataupun uang untuk membeli makanan. Saat datang hari ketiga dia merasa bahwa dia akan mati, lalu dia berfikir tentang apa yang akan dilakukan. Menurutnya, saat ini dia telah sampai pada kondisi terpaksa yang membolehkannya memakan bangkai atau mencuri sekadar untuk bisa menegakkan tulang punggungnya. Itulah pendapatnya pada kondisi semacam ini.

Read the rest of this entry »

Written by berbagilentera

October 10, 2008 at 7:44 pm

Posted in Kisah

Tagged with , ,