Berbagi Lentera

:: karena Hidup Pasti Butuh Lentera ::

Wasiat Ustadz kepada Kami tentang Hakikat Dunia

with 6 comments

Hakikat DuniaBismillah.

Hoho.. pagi-pagi langsung buru-buru hidupin komputer, lalu segera posting biar gak lupa wasiat Ustadz pagi tadi kepada kami. Sebelumnya kami perkenalkan, Ustadz kami bernama Ustadz Abdullah Sholeh al-Hadromi, smoga Alloh menjaganya.. ^^

Yups, pagi tadi barusan aja ada kajian rutin mbahas masalah tafsir surat Al-Baqoroh. Dan.. yg paling dan pualing membekas, adalah nasihat terakhir Ustadz sebelum jam pengajian berakhir.

Wah..wah mbahas seputar hakikat dunia.. (tema yg paling ane demen).

Btw, sebelum ane menulis ini semua, ane mau beritahu ke kalian semua yach, tulisan ini berdasar ingatan ane aja. Jadi bukan dari catatan ane dan ini intisarinya aja (bukan 100% redaksinya gini). Karena gak sempat catet, saking ‘melongo’-nya waktu itu mendengar nasihat Ustadz yg menghunjam ke lubuk hati ane paling terdalam.. jleb.. jleb uhhh.

Ustadz memulai pembahasan dengan membicarakan masalah rizki.

Bahwa rizki itu semua udah diatur dan ditetapkan untuk semua hamba-hambaNya. Tinggal tugas kita aja mencarinya. Dan jangan sampai menghalalkan yang haram untuk mendapatkan rizki tersebut. Wasiat Hakikat Dunia

“Curang tidak menambah rizki, jujur tidak mengurangi rizki. Yang milik kita pasti kena kita”. Kata-kata ini bener meresap dalam ke hati ane. Tambah tegarlah ane.. walhamdulillah Bro.

Seseorang yang mati pasti semua rizkinya telah sampai kepadanya. Sekalipun soto. Kok soto? yach.. Ustadz memberi contoh kejadian nyata, bahwa ada seseorang setelah makan soto lalu dadanya sesak. Tak lama kemudian langsung ‘mati’. Berarti apa? soto itu rizki terakhirnya dia. Gak akan mati dia, sebelum dia makan soto itu, karena rizki terakhirnya adalah soto..

Masalah rizki ini sangat penting untuk dibahas. Antum (saya dan temen2 yg hadir pengajian) gak akan pernah merasakan pentingnya masalah ini sebelum antum terjun langsung ke dunia kerja. Bersiaplah-siaplah ujian dunia akan datang bertubi-tubi. Tinggal kita bisa tetep istiqomah atau tidak? demikian Ustadz menasihati kami (wussss… serem).

Selanjutnya.. Ustadz menanyakan kepada kami, apa hakikat hidup ini? Kompak temen-temen menjawab, “Hidup bahagia”. Lantas Ustadz menyambung, apa arti bahagia menurut antum. Ada teman menjawab, “Mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya” (wah-wah mantep juga, pikir ane).

Tapi apa jawaban Ustadz? sederhana aja, bahagia itu di dalam hati. Bahagia ukurannya bukan fisik tapi di hati. Betapa banyak orang yang uangnya banyak, mobilnya mewah, dsb namun mereka tidak bahagia? Yang lebih parah lagi mereka sudah tidak bahagia, namun mereka tidak mau keluar dari ketidakbahagiaan mereka itu. Benar-benar mereka sudah dilindas oleh dunia..

Antum juga perlu melihat kisah-kisah orang yang sudah melewati masa-masa jaya seperti itu, dimana semuanya sudah ada. Apakah mereka bahagia. Mereka akan sumpek karena mereka akan berpisah dengan seorang kekasih (dunia -red) yang tak akan pernah berjumpa lagi selama-lamanya..

Lalu Ustadz juga sempat bercerita sedikit asam garam hidup beliau sendiri..

Wasiat Hakikat Dunia

Beliau bersyukur telah diberi Alloh limpahan ilmu yang banyak, cinta ilmu, cinta mengajar. Andaikan saja beliau ingin kaya, BISA !!!, bahkan saking mudahnya mendapat kekayaan tersebut, beliau mengibaratkan kayak ‘mencangkul uang’. Hanya saja harus ada yang dikorbankan, akhirat beliau atau dunia beliau.. dan ini fitnah yang senantiasa melanda para dai.. Seakan-akan di depan beliau dikasih pilihan, dunia atau akherat? tinggal pilih..

Lalu sampai detik ini beliau terus merenung, apa sih hakikat dunia ini? Toh kita nanti juga mati. Beliau mendapati orang yang sibuk di hatinya perkara dunia, otomatis korban akhirat. Dan orang yang sibuk dengan akherat, otomatis korban dunia. Dunia dan akhirat tidak mungkin bisa berjalan beriringan. Ini adalah sebuah ‘keniscayaan’. Ibaratnya seperti punya 2 istri, jika kita cinta yang satu maka yang lain akan cemburu. Bagaimana kalo kita punya 4 istri? (hehe, sontak kita semua tertawa..)

Orang yang sibuk dengan dunia dan lupa akhirat, akhirnya akan jauh dari Alloh. Dia akan sumpek luar biasa. Sekiranya mereka mengetahui kebahagiaan di dalam hati para ulama yang cinta akhirat, mereka tentu akan memenggal leher-leher para ulama tersebut..

Bukan berarti tidak boleh mengejar dunia, namun kudu berhati-hati, jangan menghalalkan yang haram. Bukan berarti kita tidak boleh kaya, Islam juga membutuhkan orang-orang yang kaya..

Saat ndak punya uang..

Lalu ada sebagian orang yang tidak punya uang lalu dia bingung, gelisah, tertekan dan berkeluh kesah kepada orang lain. Ustadz memberi wejangan, jangan bingung seperti gitu. Biasa orang gak punya uang. Rosululloh saja bersama dengan 9 orang istri, dua bulan gak menyalakan kompor karena gak ada yang dimakan, kecuali kurma dan air. Wasiat Hakikat Dunia

Dan Rosululloh sangat tidak suka dengan orang yang berkeluh kesah. Kemudian Ustadz membawakan kisah orang-orang muallaf (baru masuk Islam) yang tidak tahan disiksa oleh orang kafir Quraisy, lantas mengadu kepada Rosululloh. Rosululloh pun menghardik orang tersebut, “Kamu ini belum ada apa-apanya. Orang muallaf sebelummu itu dulu bahkan ada yang disisir sampai dagingnya mengelupas. Ada pula yang digergaji tubuhnya dibelah jadi dua. Sedangkan kamu, belum ada apa-apanya ?”

Orang hidup itu harus siap hidup susah. Jangan dikit-dikit kena musibah langsung lemes. Apalagi ketika bertekad masuk Islam. Harus siap dengan segala resiko, hidup susah, ibadah banyak, dsb.. Dan bisa jadi saat itu ketika mendapat musibah, Alloh hendak menguji keislamanmu..

Dan ketika tidak punya uang itulah biasanya imannya kepada Alloh mencapai puncaknya. Gak ada yang dia butuhkan pertolongannya kecuali Alloh. Saat itulah kelezatan akan terasa, hatinya akan tenang, karena ia langsung minta kepada Alloh. Maka.. pertolongan Alloh akan datang kepada dia..

Jangan malah gak punya uang lantas berkeluh kesah kesana kemari. Bahkan ada yang menuliskan kegelisahannya di Facebook. Lalu mana ngajinya, mana imannya, mana tawakkalnya? Dan orang yang hebat adalah manakala susah, ia tidak menampakkan dirinya sedang susah..

Sekian..

nb. kalo kebetulan inget di jalan, nasihat Ustadz yang belum ane tulis di sini, insyaAlloh ane update. Soale sekarang ada urusan, mo keluar bentar..

Oh ya, kalau kalian pengen ndengerin rekaman ceramah beliau, bisa didownload di sini. Smoga bisa sama-sama memetik manfaat dari beliau, amin..

Written by berbagilentera

March 1, 2010 at 1:29 am

Posted in Kisah

Tagged with , , , , , , , , ,

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. jujur, artikel ini jauh lebih baik daripada hasil rekaman ane yang suaranya kayak TV rusak itu. Mangstab banget, bro. =)
    ane juga cuma bisa mengolo aja, bro.😄

    dimasangga

    March 1, 2010 at 10:26 am

    • mugo2 besok Ustadz mbahas kayak ginian lagi..

      hehe.. mbikin semangat ngaji pagi ^^

      berbagilentera

      March 1, 2010 at 1:57 pm

  2. Thank’s ya infonya, smoga posting yang ada bisa menjadi manfaaf bagi kita semua, btw sy minta ijin ya postingnya saya forwad ke blog saya, biar enak nyari nya hehehhe,

    zulkarnain

    March 17, 2010 at 3:30 am

    • Amin..

      Silahkan di-forward, tapi tetep mencantumkan sumbernya yach, barokallohu fiik.

      berbagilentera

      March 18, 2010 at 3:26 pm

  3. Alhamdulilah, benar2 bahasanya renyah dan lugas ala artak-ilkom-sawojajar…

    Dengan membaca artikel nie aja, dah serasa sdg berbincang2 bareng di ruang tamu/ruang komputer Anda yg penuh dengan cemilan ala pedesaan, hi hi hi….

    Hidup arema, salam satu jiwa…
    Hai anak muda, genggam cita2mu tuk menembus angkasa…🙂

    Hamdanun Hamzah

    April 18, 2010 at 10:42 am

    • ealah Vino tah? kok pake nama Hamdanun Hamzah?

      nama sayang kah? hihihihi…

      kunjungan balik ah ke blog ente… keep posting yo

      berbagilentera

      April 22, 2010 at 7:50 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: