Berbagi Lentera

:: karena Hidup Pasti Butuh Lentera ::

Keutamaan 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah

leave a comment »

Mana dalilnya?

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah? Beliau menjawab: Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun” (riwayat Bukhori).

Dan bersabda pula: “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid” (riwayat Imam Ahmad).


Amalan yang disyariatkan buat kita

1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah

Ini adalah amal yang paling utama menurut banyak hadits shahih, diantaranya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”. Meskipun haji dan umroh ongkosnya mahal, bisa kok kita menunaikannya, yang penting kita kudu niat and usaha. Udah umum kan berita tentang pak tukang sapu yang bisa naik haji?

2. Berpuasa selama hari-hari Tersebut, atau pada sebagiannya, terutama pada Hari Arafah.

Puasa adalah jenis amalan yang paling utama, yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Dalam hadist Qudsi: “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun” (Hadits Muttafaq ‘Alaih). Ruarrrr biasaaa…… Bersabda pula: “Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya” (riwayat Imam Muslim). Eh,eh.. alhamdulillah dilebur dosa-dosanya!

3. Takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut.

Firman Allah Ta’ala: “…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …” (Al-Hajj : 28). Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits Nabi: “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid” (riwayat Ahmad).

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan: “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu”.

Catatan tentang takbir, dzikir, dan doa
Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika di pasar, rumah, jalan, masjid, dll (Al-Baqarah :185). Gak boleh bertakbir bersama-sama, yaitu berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini ndak pernah dilakukan para Salaf (sahabat Nabi, tabiin,tabiut tabiin -pen). Menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do’a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain. Dan boleh berdzikir dengan yang mudah-mudah seperti takbir, tasbih dan do’a-do’a lainnya yang disyariatkan.

4. Taubat serta meninggalkan segala maksiat dan dosa.
Sehingga kita akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat itu penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya. Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” (Hadits Muttafaq ‘Alaihi).

5. Banyak beramal shalih.
Berupa ibadah sunat seperti shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah, daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama. Sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan bertakbir muthlaq dan muqoyyad
Apaan tuh takbir muthlaq dan muqoyyad? Takbir Muthlaq yaitu takbir yang dilakukan setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Sedang Takbir Muqayyad yaitu takbir yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah, bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak fajar Hari Arafah dan bagi jama’ah haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq. Bacaan takbirnya diantaranya tuh sama seperti bacaan takbir Ied kita biasanya.

7. Berkurban pada Hari Raya Qurban dan Hari-hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya, Isma’il, dengan sembelihan yang agung. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu” (Muttafaq ‘Alaihi).

8. Dilarang mencabut atau memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban.
Ini sunnah yang biasanya kita-kita pada meninggalkannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Jika kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya” (riwayat Imam Muslim). Dalam riwayat lain: “Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.

Kenapa pula ada larangan semacam ini?
Hal ini mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah: “….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…” (Al-Baqarah : 196). Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok. Mudah kan?

9. Melaksanakan Shalat Idul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka ya jangan dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan; jangan dijadikan kesempatan bermaksiat dan berbuat mungkar seperti nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan, dll. Yang akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama 10 hari.

10. Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas.
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-harinya dengan berbuat taat, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan. Memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Disarikan dan diberi tambahan dari :
http://www.almanhaj.or.id/content/2001/slash/0
Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah Dan Amalan Yang Disyariatkan
oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin.

NANTIKAN ARTIKEL BERIKUTNYA SEPUTAR HARI RAYA QURBAN, InsyaAlloh.

Written by berbagilentera

November 29, 2008 at 11:26 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: