Berbagi Lentera

:: karena Hidup Pasti Butuh Lentera ::

Wanita: Saya Belum Mantap

leave a comment »

Jika ditanya oleh seseorang yang dicintainya, maka para wanita berkata, “…mmm, saya belum mantap untuk memakainya. Jika saya telah mantap dengannya, jangan kuatir, pasti saya akan memakainya”. Selagi masih dalam bingkai perkataan manusia, maka seseorang tidak bisa dipaksa untuk menerima. Karenanya, dalam hal ini, setiap orang bisa berucap “belum mantap”, dan ia tidak bisa dihukum karenanya. Akan tetapi kalo ia ditanya oleh Alloh dalam kitabNya dan lewat lisan NabiNya, maka jangan coba-coba beralasan, “Saya belum mantap”.

Jilbab, yah jilbab yang dimaksud agar para wanita memakainya. Sulit diterima alasan mereka yang mengatakan, “Gua belum mantap men…”. Bener-bener bahaya, kalo ia tetep bersikukuh terhadap keyakinannya itu. Apalagi kalo ia mengetahui bahwa perintah berjilbab tersebut ada dalam kitab Alloh, maka keyakinannya itu bisa membuatnya keluar dari agama Alloh, sedang dia tak menyadarinya. Dengan begitu berarti ia tak percaya dan meragukan kebenaran perintah tersebut. Wah..wah….bener-bener keyakinan yang ‘very danger’.

Tapi bolehkah berkata,”Aku wanita banyak dosa” ?
Seandainya ia berkata: “Aku wanita banyak dosa”,”aku gak kuat melawan nafsuku”, “jiwaku rapuh” atau “hasratku untuk itu sangat lemah” tentu ungkapan-ungkapan ini dan yang sejenisnya tidak bisa disejajarkan dengan ucapan: “Aku belum mantap”. Sebab ungkapan-ungkapan tersebut pengakuan atas kelemahan, kesalahan dan kemaksiatan dirinya. Ia tidak menghukumi dengan salah atau benar terhadap perintah-perintah Allah secara semaunya. Juga tidak termasuk yang mengambil sebagian perintah Allah dan mencampakkan yang lain.

Allah telah berfirman yang artinya: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan mukminah, apabila Allah dan RasulNya telah menerapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai AIlah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. ” (Al-Ahzab: 36). Semoga kita bukan termasuk laki-laki dan perempuan yang durhaka kepada Alloh dan RosulNya. Amin. Amin. Aminnn.

Selamat Untuk Anda Para Wanita !
Ketika Alloh memerintah sesuatu, maka wanita mukminah akan bergegas mengatakan,”..Kami dengar dan kami taat”. Mereka yakin bahwa Alloh Maha Mengetahui tentang semua kebaikan untuknya. Mengetahui kiat sukses menjadikannya wanita paling bahagia. Alloh Maha Bijak dan Mengetahui penetapan hukum daripada kita yang teramat miskin dan lemah. Alloh yang menciptakan manusia, mungkinkah bagiNya tidak tahu tentang hal yang membahayakan dan memberi manfaat manusia? Maka bener-bener tidak ada pilihan lain bagi wanita mukminah kecuali mentaati perintah tersebut. Yup, karena ber-islam sama halnya menyerah, patuh dan tunduk secara total kepada perintah-perintah Allah dan larangan-laranganNya.

Nah, sekarang untuk mbak-mbak dan para ibu yang saya muliakan,
telah datang kepada Anda perintah untuk berjilbab, maka sebagai wanita mukminah tidak berkeberatan hati untuk mentaatinya, dia yakin akan perintah itu bakal menjadikannya seorang wanita yang bahagia, mulia, dan agung. Pokoknya jadi wanita paling keren abis. Sekali lagi, saya mengucapkan, “Selamat untuk Anda Para Wanita!”.

Meskipun belum berjilbab, saya selalu sholat kok, puasa, haji, umroh, jadi donatur lagi….
hehehe…mencoba berkilah. Maka bisa dijawab: “Kalau memang Anda sudah dan selalu melakukan amalan-amalan terpuji, yang berpangkal dari iman, kepatuhan pada perintah Allah serta takut siksaNya jika meninggalkan kewajiban-kewajiban itu, mengapa anda beriman kepada sebagian dan tidak beriman kepada sebagian yang lain, padahal sumber perintah-perintah itu adalah satu?”

Mbak dan Ibu yang diberi kecantikan oleh Alloh,
Sebagaimana shalat yang selalu anda jaga adalah suatu kewajiban, demikian pula halnya dengan jilbab. Jilbab itu wajib, dan kewajiban itu tidak diragukan adanya dalam A1Qur’an dan Hadits.

“…Apakah kamu beriman kepada sebahagian AI-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tidaklah balasan bagi orang-orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat, Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat”. (Al-Baqarah: 85)

Dan ada hadits shohih, tolong direnungkan..
“Sesungguhnya penghuni Neraka yang paling ringan adzabnya pada Hari Kiamat ialah orang yang diletakkan di tengah kedua telapak kakinya dua bara api, dari dua bara api ini otaknya mendidih, sebagaimana periuk yang mendidih dalam bejana besar yang dipanggang dalam kobaran api” (HR.Bukhori)

Jika kayak gitu siksa yang paling ringan pada hari Kiamat, lalu bagaimana siksa bagi orang yang diancam Allah dengan “siksa yang berat” dalam ayat Al-Baqoroh 85 tersebut? Yakni bagi orang yang beriman kepada sebagian ayat dan meninggalkan sebagian yang lain? Gak usah dibayangin, bikin ngeri.

Jadi nasihat perpisahanku…
Apakah hanya demi penampilan, kebanggaan dan saling unggul-mengungguli di dunia, Anda rela menjual akhirat dan siap menerima adzab yang pedih? Sungguh, saya tidak berharap untuk Anda, saudariku, melainkan kebaikan di dunia dan di akhirat. Kami meminta agar Anda mau berpikir sehat dalam menentukan pilihan ini.

Maka saudariku, yuuk berjilbab….Jilbab yess!

Intisari :
alsofwah.or.id
Saudariku Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab-Syubhat Kedua, Syaikh Abdul Hamid Al Bilaly

Written by berbagilentera

November 18, 2008 at 11:30 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: