Berbagi Lentera

:: karena Hidup Pasti Butuh Lentera ::

Perhatikan Tetanggamu

leave a comment »

Wahai saudaraku, sesungguhnya tetanggamu memiliki hak atasmu. Tidak hanya engkau mencegah penderitaan, tapi engkau juga menanggung penderitaannya itu. Ketika berbicara maka berbicaralah yang lembut, berbuat yang baik, dahuluilah ia dalam mengucapkan salam, jenguklah tatkala sakit, hiburlah ketika tertimpa musibah, maafkan kekeliruannya, jangan mengamati rumahnya, jangan bikin jengkel dengan menempelkan papan di temboknya, menuangkan air ke dalam saluran airnya, dan berbagai kebaikan lainnya…

Saudaraku yang sangat saya muliakan,
tetanggamu pasti ada yang muslim dan ada yang kafir. Senang beribadah atau suka bermaksiat, terkadang teman terkadang musuh, orang dekat dan orang jauh. Diantara mereka ada yang ditinggikan kedudukannya daripada yang lain. Yang paling tinggi tingkatannya adalah yang terkumpul seluruh sifat yakni muslim, ahli ibadah, teman, dst. Tingkatan berikutnya yaitu yang hanya memiliki beberapa sifat tersebut sampai tingkatan terendah yang hanya memiliki satu sifat saja. Begitupula orang yang paling rendah tingkatannya adalah yang terkumpul seluruh sifat yakni kafir, fasik, musuh, dst. Maka berikanlah mereka masing-masing haknya sesuai keadaannya.

Kemudian, hak dan keutamaan tetanggamu. Renungkan baik-baik dan praktikkanlah dalam kehidupanmu. Semoga Alloh merahmatimu. Berikut hak dan keutamaan tetangga yang saya maksud.

1. Haram menyakiti tetangga.
Nabi bersabda: “Tidak masuk surga seorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya.” (HR.Bukhori dan Muslim).

2. Berwasiat untuk berlaku terpuji kepada tetangga dan berbuat baik kepadanya.
Rasulullah bersabda: “Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku untuk berbuat baik terhadap tetangga, sampai-sampai aku mengira dia akan menjadikannya sebagai ahli waris.” (HR.Bukhori dan Muslim).

3. Terkabulnya laknat seseorang terhadap orang yang menyakiti tentangganya.
Dari Abu Hurairah berkata: “Sesorang datang kepada Nabi mengadukan perhal tetangganya kepada beliau. Maka Nabi bersabda –tiga kali-: “Bersabarlah”. Kemudian Nabi bersabda kepada orang tersebut pada kali keempat –atau ketiga-: “Keluarkanlah barang-barangmu ke jalan”. Maka orang itupun mengerjakanannya. (Abu Hurairah) berkata: Lalu mulailah orang-orang melewati orang tersebut dan bertanya kepadanya: Apa yang menimpamu? Maka dia menjawab bahwa tetangganya telah menyakitinya. Lalu merekapun berkata: ‘Semoga Allah melaknatnya’. Kemudian tetangganya datang sembari berkata: Kembalikan barang-barangmu. Demi Allah saya tidak akan menyakitimu selama-lamanya.” (HR. Bukhori).

4. Anjuran untuk perhatian terhadap tetangga.
Rosululloh telah berwasiat kepada Abu Dzar untuk memperbanyak kuah ketika memasak sayur, memperhatikan keluarga tetangganya dan memberikan mereka dengan yang baik (HR. Muslim).

5. Toleran terhadap tetangga.
Rasulullah bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian melarang tetangganya untuk menancapkan kayu pada temboknya.” (HR. Bukhori dan Muslim).

6. Tidak menyakiti tetangga adalah termasuk iman.
Rasulullahbersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya.” (HR.Bukhori dan Muslim).

7. Sebaik-baik tetangga.
Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik teman di sisi Allah adalah orang yang paling baik di antara mereka terhadap temannya. Dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik di antara mereka terhadap tetangganya.” (HR. Turmudzi, shahih).

8. Tidak ada istilah sedikit/ringan di dalam hal menyakiti tetangga
Rasulullah bersabda: “Tidak ada istilah sedikit/ringan dalam hal menyakiti tetangga.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, hasan).

9. Tetangga yang baik termasuk kebahagiaan.
Rasulullah bersabda: “Ada empat perkara yang termasuk kebahagiaan: Istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman. Dan ada empat perkara yang termasuk kesengsaraan: Tetangga yang jelek, istri yang jelek, tempat tinggal yang sempit dan kendaraan yang jelek.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Khatib, shahih).

10. Berbuat baik kepada tetangga.
Rasulullah bersabda: “Jadilah engkau orang yang wara’, niscaya akan menjadi manusia yang paling beribadah. Jadilah orang yang qana’ah, niscaya akan menjadi manusia yang paling bersyukur. Cintailah manusia sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri, nicaya engkau akan menjadi seorang mukmin. Dan betetanggalah dengan baik terhadap tetanggamu, niscaya akan menjadi seorang muslim.” (HR. Ibnu Majah, Abu Ya’la, dan Abu Nu’aim)

11. Dosa memusuhi tetangga berlipat ganda.
Dari Abu Dzaibah Al-Kala’yyi berkata: “Aku mendengar Al-Miqdad bin Al-Aswad bercerita bahwa Nabi bertanya kepada mereka tentang zina. Maka mereka menjawab: Haram, telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Beliau menjawab: “Sungguh jika seseorang berzina dengan sepuluh orang perempuan, itu lebih baik daripada berzina dengan istri tetangganya.” (Al-Miqdad) berkata: Dan Nabi bertanya kepada mereka tentang mencuri? Maka mereka menjawab: Haram, telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Beliaupun bersabda: “Sungguh seseorang mencuri dari sepuluh rumah, itu lebih ringan dosa-nya daripada mencuri dari satu rumah tetangganya.” (HR. Al-Bukhari)

12. Seseorang tidak diperbolehkan kenyang sedangkan tetangganya kelaparan.
Rasulullah bersabda: “Tidaklah disebut mukmin orang yang kenyang sedangkan tetangga di sampingnya kelaparan.” (HR. Al-Bukhari). Dalam hadits ini terdapat dalil yang jelas, bahwa haram bagi seorang tetangga yang kaya untuk membiarkan para tetangganya dalam keadaan lapar. Maka, wajib baginya untuk memberikan kepada mereka apa-apa yang menghilangkan rasa lapar. Demikian pula hendaknya ia memberikan pakaian jika mereka dalam keadaan telanjang. Serta hal-hal penting lainnya.

13. Menyakiti tetangga adalah sebab masuk neraka.
Seseorang berkata: “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya Fulanah banyak melakukan shalat, shadaqah dan puasa. Hanya saja dia menyakiti tetangga dengan lisan.” Rasulullah bersabda: “Dia di dalam neraka.” Lelaki tersebut berkata: “Sesungguhnya Fulanah diceritakan sedikit melakukan puasa dan shalat. Tetapi dia bershadaqah dengan beberapa potong keju dan tidak menyakiti tetangganya.” Rasulullah bersabda: “Di di dalam surga.” (HR. Ahmad, shahih).

14. Bersabar atas gangguan tetangga.
Rasulullah bersabda: “Ada tiga golongan yang dicintai Allah… dan seorang laki-laki yang mempunyai tetangga. Tetangga tersebut menyakitinya. Maka dia sabar atas ganguannya, hingga kematian atau kepergian memisahkan keduanya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Abi ‘Ashim, shahih).

15. Kesaksian tetangga.
Dari Ibnu Mas’ud berkata: “Seseorang bertanya kepada Nabi: bagaimana saya bisa tahu bahwa saya telah berbuat baik dan berbuat jelak? Beliau menjawab: ‘Jika kamu mendengar tetanggamu berkata: ‘Engkau telah berbuat baik’, maka berarti kamu telah berbuat baik. Dan jika kamu mendengar mereka berkata: ‘Engkau telah berbuat jelek’, maka berarti engkau telah berbuat jelek.’ (HR. Ahmad, shahih).

16. Memberikan shadaqah kepada tetangga.
Rasulullah bersabda: “Tidak halal shadaqah yang diberikan kepada orang kaya, kecuali fisabilillah, orang yang dalam perjalanan atau tetangga fakir yang diberi shadaqah kemudian memberikan hadiah kepadamu atau mengundangmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

17. Membantu tetangga.
Dari ‘Aisyah berkata: “Demi Allah, sungguh kami melihat hilal (tanggal 1 bulan qamariyah), kemudian hilal kemudian hilal, tiga hilal pada dua bulan dan tidaklah dinyalakan api di rumah-rumah Rasulullah . (Urwah bin Zubair) berkata: Saya bertanya: Wahai bibiku! Apakah yang menjadikan anda sekalian tetap hidup? Aisyah menjawab: Al-Aswadan (dua barang yang hitam): kurma dan air. Hanya saja Rasulullah mempunyai tetangga dari Anshar yang mempunyai kambing atau onta yang sedang menyusui. Maka mereka mengirimkan susu-susunya kepada Rasulullah , sehingga kami meminumnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Intisari dan dibahasakan dari :
TETANGGA, Syaikh Ali Hasan Al-Halabi Al-Atsary

Written by berbagilentera

November 18, 2008 at 12:44 am

Posted in Berbagi Nasihat

Tagged with , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: