Berbagi Lentera

:: karena Hidup Pasti Butuh Lentera ::

Palestina Minta Dilatih Soal Open Source

with one comment

Jakarta, (ANTARA News) – Indonesia memberi pelatihan pengembangan perangkat lunak open source kepada Palestina.

“Negara kita dianggap cukup maju di bidang pengembangan open source, Palestina meminta Indonesia memberi pelatihan mengenai ini dan telah mengirimkan satu delegasinya,” kata Staf Ahli Menristek bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Prof Dr Engkos Koswara di Jakarta, Kamis.

Program pelatihan ini, urainya, berlangsung dalam jangka waktu lima tahun sejak 2008 hingga 2012.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kementarien Riset dan Teknologi Kemal Prihatman mengatakan, kerjasama pelatihan ini diawali oleh adanya kesepakatan tingkat tinggi (antar kepala negara) agar negara-negara Islam memberi dukungan pada pembangunan di Palestina dalam bentuk apapun.

Kementerian Ristek, lanjut Kemal, kemudian mengajukan program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di bidang Teknologi Informasi, khususnya dalam pengembangan Open Source di mana Palestina menyambut baik tawaran tersebut.

Menurut Kemal, gerakan pengembangan open source di dunia saat ini cukup pesat, khususnya di negara-negara berkembang yang sedang bertekad mengatasi masalah pembajakan di dalam negerinya, sekaligus melepas ketergantungan terhadap perangkat lunak berlisensi (proprietari).

“Migrasi ke open source jelas berdampak pada kemajuan ekonomi suatu negara meski sulit diukur, paling sedikit bisa menghemat devisa negara yang harus dikeluarkan untuk membeli software proprietari bagi kantor-kantor pemerintah,” katanya.

Menurut dia, suatu negara sedikitnya harus mengeluarkan biaya perangkat lunak 300 dolar AS untuk setiap personal komputer di kantor-kantor pemerintahan.

“Itu hanya untuk software standar seperti sistem operasi, office dan antivirus, belum termasuk aplikasi lainnya yang harganya mencekik. Hitung saja jika di sebuah negara ada ribuan komputer,” katanya.

Selain itu, tambah Engkos, dengan menggunakan open source, masyarakat diajarkan untuk menyelami kode-kode yang ada dalam suatu program perangkat lunak lalu belajar memodifikasinya sendiri untuk berbagai fungsi lain.

“Dengan open source, India bisa menyulap negaranya yang sebelumnya sebagai `pembeli` menjadi `penjual`. Indonesia ingin seperti itu juga,” katanya.(*)

http://www.antara.co.id/arc/2008/11/13/palestina-minta-dilatih-soal-open-source/

Written by berbagilentera

November 14, 2008 at 12:34 am

Posted in Berbagi Kabar

Tagged with , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. wallahi….lemahnya israel bagaikan rumah laba-laba, yg dengan mudah kita menghancurkannya. save palestina..!! wallahi billahi kejam \nya israel…..sumpah kalau kita diam atas semua ini, maka tak ada bedanya kita ama hewan yg paling hina diantara hewan yang lainnya, dan bahkan lebih hina…g masuk akal tindakan israel terhadap palestina.
    kami juga nulis artikel tentang palestina. judulnya “aku anak palestina” liat aja di sini lngng klik aja
    http://masamudamasakritis.wordpress.com/
    jgn lupa tinggalkan komentar juga ya…!!

    masamudamasakritis

    June 25, 2010 at 12:48 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: