Berbagi Lentera

:: karena Hidup Pasti Butuh Lentera ::

Jalan Golongan yang Selamat ???

with one comment

Banyak diantara kita yang muslim bingung sekali, akhir-akhir ini banyak aliran yang gak jelas. Semuanya mengaku benar. Semuanya ngaku rujuk kepada Quran dan Hadits. Tapi perilaku mereka jauh bener dengan apa yang mereka katakan. Suka tanya ke dukun, fanatik golongan, tukang ngebom, menjelekkan orang, suka mengkafirkan, durhaka kepada orang tua, menafsirkan Quran dan Hadits sekenanya, dan lainnya yang bertentangan dengan pernyataan mereka yang katanya sih cinta Quran dan Hadits.

Terus, siapa golongan yang selamat itu yah?

Golongan yang selamat ialah golongan yang setia mengikuti cara beragamanya Rosululloh dalam hidupnya dan cara beragama para sahabat sesudahnya. Yakni mengikuti Quran yang diturunkan Alloh kepada Rosul-Nya, yang beliau jelaskan kepada para sahabatnya dalam hadits yang shahih. Rosululloh memerintahkan kita berpegang teguh dengan Quran dan Hadits. Karena keduanya adalah pusaka Rosululloh yang bila berpegang dengan keduanya kita tidak akan tersesat selamanya (Hadits Shahih). Golongan yang selamat mengajak serta umat Islam untuk berpegang teguh dengan keduanya.

Kemudian kalau ada perselisihan, masalah, konfilik dan sebagainya, maka mereka akan merujuknya kepada firman Alloh dan RosulNya. Karena Alloh telah menyuruh kita demikian dalam surat AnNisa 59 dan 65, sebagai bukti iman kepada Alloh dan hari akhir serta ridho sepenuhnya dengan keputusan dari RosulNya.

Bolehkah kita mendahulukan perkataan orang lain di atas perkataan Alloh dan RosulNya? Biasanya secara tak sengaja, perkataan syekh atau habib fulan kita utamakan dengan dalih mereka orang alim. Padahal perkataan mereka berseberangan dengan tuntunan Alloh dan RosulNya. Aneh kan? Maka jawabannya, adalah tidak mendahulukan perkataan orang atas perkataan Alloh dan RosulNya. Sebagai realisasi dari surat Al Hujurat 1.

Betapapun tinggi derajatnya, orang-orang alim tersebut juga manusia, termasuk para imam madzhab -semoga Alloh merahmatinya-, pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang bersalah adalah yang bertaubat (HR. Ahmad,hasan). Jadi mereka bisa salah dan bisa bener. Kecuali Rosululloh. Ucapan beliau selalu diambil dan diterima, karena Rosululloh adalah manusia yang maksum, yang berbicara tidak mengikuti hawa nafsunya.

Berkaitan dengan para imam madzhab, imam mujtihidin,
golongan yang selamat mengambil fiqih/pemahaman hukum-hukum islam dari Quran dan Hadits shohih dan pendapat imam mujtahidin yang sejalan dengan hadits shohih. Tidak fanatik kepada mereka. Sesuai dengan wasiat para imam kepada pengikutnya, untuk mengambil hadits shohih dan meninggalkan pendapat mereka yang bertentangan dengannya. Nah lho..itulah wasiat para imam kita, diantara imam-imam madzhab yang terkenal adalah Imam Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali.

Berikutnya…

Golongan yang selamat tuh selalu menjaga kemurnian tauhid. Maksudnya? Kita selalu mengesakan Alloh saja dalam ibadah, doa, minta tolong, kurban, nadzar, berhukum dan ibadah lain yang banyak macamnya sebagai dasar tegaknya Daulah Islamiyah yang benar. Katakan selamat tinggal pada syirik ! Karena kalau kita bertauhid, otomatis kita gak boleh syirik. Demikian. Itulah teladan dari para Nabi dan Rosul. Mereka tak lupa beramar maruf nahi mungkar dengan cara yang benar untuk melarang dan menghancurkan bidah serta sekte yang memecah belah umat.

Golongan yang selamat senang menghidupkan sunnah Rosululloh dalam segala hal. Maka tak jarang terlihat saudara kita ada yang berjenggot, memakai celana di atas mata kaki, bersiwak, dll itu karena mereka mengikuti sunnah Rosululloh. Jadi jangan phobi lho.. Akibatnya mereka menjadi orang asing. Ya, jadi orang asing. Sebab mereka yang menghidupkan sunnah Rosululloh hidup di sekeliling orang yang jauh dari sunnah Rosululloh, dan beruntunglah mereka selama mereka istiqomah di atas sunnah tersebut (Hadits Shahih).

Terakhir, golongan yang selamat itu mengingkari peraturan perundang-undangan manusia bila bertentangan dengan Islam. Buat apa undang-undang bikinan manusia? Toh dengan Quran dan Hadits, lebih dari cukup untuk memberikan kebahagiaan manusia dunia akhirat. Bukankah Alloh yang menurunkan Quran, mengetahui segala sesuatu yang baik untuk kita? Quran mah pasti cocok dan relevan sepanjang masa…Maka kehancuran umat ini karena mereka meninggalkan hukum-hukum Quran dan Hadits sampai mereka kembali kepada ajaran Islam, baik pribadi, kelompok maupun pemerintahan.

Bener2 terakhir, golongan yang selamat mengajak seluruh umat Islam berjihad di jalan Alloh. Jreng..jihad? Tunggu dulu. Jihad wajib bagi setiap muslim sesuai dengan kekuatan dan kemampuannya. Jihad bisa dengan lisan dan tulisan, harta, dan jiwa. Seperti kata Rosululloh,”Perangilah orang-orang musyrik itu dengan harta, jiwa dan lisanmu” (HR. Abu Daud, shahih). Untuk penjelasan tentang pembagian jihad dan hukumnya, InsyaAlloh di lain waktu. Sabar yah…

Sekian.

Intisari dari Jalan Golongan yang Selamat bagian 2, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu.

Written by berbagilentera

November 14, 2008 at 12:10 am

Posted in Berbagi Nasihat

Tagged with , , , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. firqoh..

    akhi

    January 22, 2012 at 6:17 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: