Berbagi Lentera

:: karena Hidup Pasti Butuh Lentera ::

“Revolusi Cinta, dari Birahi kepada Illahi (2/2)”

leave a comment »

Oleh: Ainul Haris, Lc. M.Ag

Sekarang bagaimana cinta remaja yang dianjurkan? Kepada siapa cinta kita salurkan?

Sebetulnya, masa remaja adalah masa paling indah untuk menumbuhkan cinta suci. Cinta suci adalah dengan mencintai Dzat yang menganugerahkan cinta itu sendiri, yaitu Allah Ta’ala. Dan caranya adalah dengan mengikuti dan mencintai Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Allah berfirman, artinya, “Katakanlah, ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran: 31).

Bahkan bukti kesempurnaan iman seseorang adalah dengan mencintai Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam lebih dari kecintaannya kepada segenap makhluk. Beliau bersabda: “Tidaklah sempurna iman seorang hamba, hingga aku lebih ia cintai daripada keluarganya, hartanya dan seluruh umat manusia.” (Hadis Anas Radhiyallahu ‘anhu, Muslim).

os36102.jpgKalau ngaku cinta Rasul Shollallahu ‘alaihi wa Sallam, itu artinya, dengan segenap cinta melakukan apa-apa yang dilakukan Rasul Shollallahu ‘alaihi wa Sallam, menjauhi dengan segenap cinta apa-apa yang dijauhi oleh Rasul saw, dan mencintai serta membenci apa saja yang dicinta dan dibenci Rasul Shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Realisasinya? Ya membuat kita tak sempat menoleh dan melirik untuk mencintai selain Rasul Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Kalau pun toh dia punya cinta kepada selain Allah dan Rasul-Nya, maka cintanya adalah karena Allah dan di jalan Allah. Bukan cinta untuk cinta.

Kalau cinta kepada pacar bisa mendatangkan siksaan batin, njajanin anak orang, ngabisin duit, buang-buang waktu dan yang pasti jadi pabrik dosa (kalau yang kelewatan bonus hamil, ih serem), maka cinta kepada Allah dan Rasul-Nya bisa mendatangkan ketentraman hati dan manisnya iman. Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

“Tiga perkara yang barangsiapa tiga hal tersebut berada dalam dirinya maka ia akan mendapatkan manisnya iman; hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain-Nya, dan hendaklah ia mencintai seseorang dan tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan hendaklah ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana bencinya bila ia dilemparkan ke dalam api.” (Muttafaq Alaih).

Manisnya iman kata para ulama berarti, bisa merasakan lezatnya ketaatan dan siap menunaikan kewajiban agama, serta mengutamakan itu daripada seluruh materi di dunia.

Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya akan membuat kita dijamin bersama Rasulullah di Surga. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik ia berkata, “Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw lalu bertanya,’Wahai Rasulullah, kapan datangnya hari Kiamat?’ Beliau bertanya, ‘Apa yang kamu persiapkan untuknya?’ Ia menjawab, ‘Cinta Allah dan cinta Rasul-Nya’. Beliau bersabda, ‘Kamu akan bersama orang yang kamu cintai.’”

Kalau sudah cinta Allah dan cinta Rasul, maka semua materi duniawi di mata kita tampak kecil. Apalagi pacar, yang malah bikin dosa!

Karena cinta Rasul, maka jika Rasul seorang yang sangat baik akhlak dan budi pekertinya, kita akan meniru baik akhlak dan budi pekerti kita. Karena Rasul saw, ndak pacaran, kita pun ndak pacaran. Karena Rasul sangat baik kepada orang tua, sahabat, tetangga, maka kita pun meniru baik dan santun kepada orang tua, sahabat, tetangga dan semua yang bergaul dengan kita. Karena Rasul Shollallahu ‘alaihi wa Sallam tekun beribadah, bahkan hingga bengkak kaki beliau, maka kita pun meniru tekun beribadah, meski mungkin tidak sampai membengkakkan kaki kita. And so on…..

Ya intinya, karena Rasul adalah manusia paling sempurna kebaikannya, maka kita berusaha meniru dan meneladani beliau sebatas yang kita mampu mencapai tingkat sempurna. So, ndak ada waktu dan kesempatan untuk bercinta-cintaan dan pacaran yang dilarang. Kita justeru sangat menikmati kebahagiaan dengan berkhalwat dan beribadah kepada Allah. Seperti dikatakan, kenikmatan para ahli tahajud di malam hari, itu melebihi kenikmatan yang dirasakan oleh mereka yang tenggelam dalam hiburan malam.

Maka, buruan jangan ketinggalan berlomba meraih kebahagiaan dan ketenangan dengan mencintai Allah dan Rasul-Nya! Yang belum dapet pacar, syukur deh, tinggal langsung tancap gas! Yang terlanjur punya pacar kiriman doi surat sayonara, untuk kemudian hanya mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Dan, rasakan bedanya!

:: Makalah disampaikan dalam Seminar “Revolusi Cinta” di Masjid Manarul Islam, Sawojajar, Malang. Tgl. 13 September 2004 ::

Written by berbagilentera

October 18, 2008 at 12:05 pm

Posted in Berbagi Nasihat

Tagged with , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: