Berbagi Lentera

:: karena Hidup Pasti Butuh Lentera ::

Peranan Riset Operasi dalam Ilmu Komputer

with 2 comments

Dengan adanya bantuan Riset Operasi atau oleh kebanyakan orang disebut dengan Management Science, mampu memecahkan masalah yang ditemui dalam ilmu komputer terutama dalam pengambilan keputusan praktis, diarahkan pada solusi daripada persoalan – persoalan yang luas, dengan teknik – teknik khusus. Teknik ini selalu mengusahakan pencarian cara pengoperasian yang optimal dari suatu sistem, misalnya sistem kerja, sistem produksi, sistem transpor dan sebagainya.

Hakekat sistem pendukung keputusan adalah suatu pendekatan sistematis pada hakekat suatu masalah, pengumpulan fakta – fakta, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi, dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.

Sisi lain, pembuat keputusan kerap kali dihadapkan pada kerumitan dan lingkup pengambilan kputusan dengan data yang begitu banyak. Untuk memtimbangkan rasio manfaat / biaya, dihadapkan pada suatu keharusan untuk mengandalkan seperangkat sistem yang mampu memecahkan masalah secara efesien dan efektif, yang kemudian disebut SPK ( Sistem Pendukung Keputusan ).

Tujuan pembentukan SPK yang efektif adalah memanfaatkan keunggulan kedua unsur yaitu manusia dan perangkat elektronika ( termasuk di dalamnya komputer ). Terlalu banyak menggunakan komputer akan menghasilkan pemecahan yang bersifat mekanis, reaksi tidak fleksibel dan keputusan yang dangkal. Terlalu banyak menggunakan manusia akan memunculkan reaksi yang lamban, pemanfaatan data yang serba terbatas dan kelambanan dalam mengkaji alternatif yang relevan.

SPK ditujukan untuk membantu keputusan – keputusan yang kurang terstruktur dan umumnya dihadapi oleh para manejer yang berada di tingkat puncak. SPK dapat menunjang para manajer pembuat keputusan di berbagai bidang fungsional ( keuangan, pemasaran, operasi produksi dan lainnya ). SPK merupakan gabungan antara kumpulan model kualitatif dan kumpulan data. SPK memiliki fasilitas interaktif yang dapat mempermudah hubungan manusia dengan komputer. SPK bersifat luwes dan dapat menyesuaikan dengan perubahan – perubahan yang terjadi. SPK memberikan pengambilan keputusan akses cepat ke data dan informasi yang dibutuhkan.

Kemudian dengan adanya riset operasi, maka permasalahan yang muncul dalam Ilmu Komputer terbantu dengan adanya model. Titik tolak dari modeling adalah aproksimasi atau abstraksi daripada realitas dengan hanya memusatkan perhatian pada beberapa bagian atau beberapa sifat – sifat dari kehidupan sebenarnya. Model – model tidak atau tidak dapat menggambarkan setiap aspek dari realitas sebab banyaknya karakteristik dan perubahan dari dunia nyata yang harus digambarkan.

Dengan SPK, permodelan bisa dilakukan pula oleh para pembuat keputusan termasuk memanipulasi model – model tersebut sesuai dengan keputusan. Untuk membuat keputusan sebagai penyelesaian dari masalah yang dihadapi dalam Ilmu Komputer, para pembuat keputusan didukung oleh SPK dengan menyediakan berbagai macam output, termasuk kemampuan grafik menyeluruh atas pertanyaan – pertanyaan pengandaian.

Tujuan diterapkannya Riset Operasi dalam Ilmu Komputer yakni mencari nilai optimal pada sistem yang ditinjau. Kesalingtergantungan daripada variabel – variabel yang terkandung didalamnya biasanya diperhatikan secara simultan, kecuali bila karena batasan – batasan teknis perhitungan tidak memungkinkan, maka digunakan apa yang dinamakan sub-optimasi. Hasil – hasil perhitungan sub-optimasi pada sub-sistem, harus dapat digabung ( compatible ) menjadi satu, yang merupakan sistem induk.

Dalam Ilmu Komputer, tidak mungkin untuk memecahkan suatu masalah yang kompleks dan rumit hanya mengandalkan kerja seorang individu. Diperlukan banyak orang yang terkumpul dalam satu team yang terdiri dari banyak spesialis bidang. Diharapkan setiap persoalan yang dihadapi dalam masalah tersebut diserahkan kepada ahlinya. Tentunya hal ini akan penyelesaian yang terbaik. Maka dengan Riset Operasi, orang sring dituntut bekerja dalam team ( kerja kelompok ), dan terdiri dari bermacam-macam spsialis. Hal ini terutama karena perlunya penggunaan metoda – metoda kuantitatif, sehingga para ahli dalam bidangnya perlu memberikan harga – harga kuantitatif dari besaran – besaran dari faktor – faktor di dalam sistem.

Dalam kaitan kerja dari Riset Operasi dengan Ilmu Komputer diantaranya, salah satu aspek yang sangat penting ialah sensitifitas dari solusi optimal terhadap faktor – faktor yang dianggap konstan dalam formulasi dari sistem. Hal yang perlu mendapat perhatian di sini ialah penggeseran dari strategi optimal, bila faktor – faktor tadi mempunyai perubahan harga. Aspek ini sangat perlu diperhatikan, sebab model dibentuk dengan anggapan – anggapan tertentu, yang belum tentu berlaku di masa mendatang.

Cara kerja dari Riset Operasi ditentukan oleh kebutuhan untuk menggunakan metoda – metoda kuantitatif dalam model. Tak terkecuali apabila metoda ini diaplikasikan dalam Ilmu Komputer. Sistematikanya adalah pertama, fase penjelasan; disini didefinisikan masalah yang didalamnya perlu dibuat batasan persoalan yang dihadapi, sehingga tidak terdapat kekaburan masalah. Dalam fase penjelasan ini pula, dibuat pernyataan dari fungsi obyektif. Ini menyangkut perumusan dari tujuan yang hendak dicapai dalam rumusan pernyataan fungsi obyektif secara kuantitatif.

Kedua, fase pembuatan model ( model phase ); dalam fase ini maka semua faktor – faktor yang mempengaruhi sistem dimasukkan dalam hubungan persamaan / ketidaksamaan formulasi matematis. Tentunya penerapan fase ini dalam ilmu komputer sangat terbantu sekali. Yakni apabila persamaan atau ketidaksamaan ini dibuat sebuah program yang didalamnya berisikan input variabel – variabel dan keluaran output yang didapat adalah nilai dari model yang diharapkan.

Ketiga, fase Prognose; dalam fase ini berdasarkan solusi model – model matematis, serta hasil – hasilnya yang mungkin, maka dapatlah diperkirakan nilai – nilai batas serta distribusi kemungkinan dari harga – harga variabel dalam sistem.

Keempat, Optimasi; penentuan satu atau beberapa solusi optimal.
Kelima, Pengambilan Keputusan dan Pengawasan Pelaksanaan; Metoda – metoda yang dgunakan dalam Riset Operasi sangatlah banyak baik berasal dari Matematik, Statistik, Information Theory, Biologi, Fisika atau Kimia. Beberapa diantaranya : Teori Grafik ( Network Planning adalah hal khusus dari teori ini ), Program – program matematis ( Program Linier, Program non Linier, Program Dinamis ), Teori Permainan untuk situasi – situasi konflik, teori – teori proses stokastik ( misalnya teori antrian, proses Markoff, teori peremejaan ), metoda – metoda seperti teori kontrol, teori informasi, teori pencarian, Simulasi dan Heuristic Model.

Pengendalian persediaan dijumpai pula pada penerapan Ilmu Komputer. Seperti persediaan barang, uang, bahan baku, produk jadi atau malah tenaga kerja / resources lain untuk persediaan komponen komputer misalnya. Masalah umum yang dihadapi manajemen pengendalian persediaan ialah yang bersifat administrasi pencatatan misalnya, ada beberapa macam barang, berapa jumlah persediaan ditangan apa ada pesanan dari langganan, kapan, apa sudah dipenuhi, kapan dikirim, siapa yang mengirim dan masih banyak yang lain.

Masalah lain ialah tentang penyusunan suatu strategi pengelolaan persediaan, sehingga ongkos total operasional adalah minimum, misalnya berapa jumlah yang perlu dipesan setiap pemesanan, berapa ongkos – ongkos pesan, ongkos simpan dan ongkos – ongkos pemesanan yang lain.
Pengendalian persediaan mempunyai tingkat kompleksitas yang berbeda – beda dari yang sederhana sampai yang rumit.

Dalam dunia Ilmu Komputer, kesulitan yang muncul bisa jadi serupa dengan persoalan transpor yakni berkenaan dengan penyusunan suatu program distribusi serta pengangkutan satu jenis barang tertentu dari beberapa sumber ke beberapa tempat tujuan, sehingga dengan program itu diperoleh jumlah ongkos angkut yang sekecil – kecilnya. Yang menjadi persoalan utama di sini ialah menyusun suatu program pengangkutan sedemikian rupa, artinya berapa banyak harus diangkut dari tempat sumber 1 ke tempat proyek 1, dari sumber 1 ke tempat proyek 2 dan seterusnya sehingga ongkos transpor jadi minimum. Maka tak salah apabila algoritma transportasi di atas digunakan pula bila menemui kendala seperti itu dalam Ilmu Komputer.

Tak terkecuali pula dengan metoda Stepping-Stone, yakni mendasarkan solusi persoalan transpor dengan melakukan perbaikan bertingkat dari solusi awal yang telah disusun. Sebagaimana dilihat dari unit disturbance method ( metoda gangguan yang diakibatkan perubahan lokasi sebanyak satu satuan ), maka cell-cell yang belum mendapat alokasi, mempunyai sederetan cell basis, yang memberikan nilai evaluasi bagi cell yang bersangkutan. Deretan cell – cell basis bersama dengan cell yang akan dievaluasi itu membentuk apa yang disebut lingkaran evaluasi. Dan banyak metoda – metoda Riset Operasi lain yang bisa dimanfaatkan dalam dunia ilmu komputer, seperti Metoda Potensial, metoda Vogel, metoda simpleks dengan algoritmanya, metoda 2-fase, dual theory, dan lainnya.

Sebagaimana dinyatakan sebelumnya, model adalah abstraksi dari sistem sebenarnya, dalam gambaran yang jauh lebih sederhana serta mempunyai tingkat persentase yang bersifat menyeluruh. Pengelolaan satu sistem kerja atau proyek yang mempunyai jumlah aktivitas yang banyak membutuhkan alat persentase yang mempermudah pengawasan, evaluasi serta perencanaan pelaksanaan aktivitas – aktivitas yang terkait di dalamnya. Untuk memenuhi kebutuhan ini, perencanaan jaringan kerja yang bisa diterapkan pula dalam Ilmu Komputer seperti perencanaan jaringan komputer, yang bersifat grafis, tampil sebagai model analog, yang mempunyai keuntungan – keuntungan tertentu dibanding dengan teknik – teknik tradisional misalnya diagram balok.

Penggambaran dengan grafik ini, membuat perencanaan, pengawasan serta evaluasi proyek yang lebih mudah, karena jelas kelihatan kesalingtergantungan antaraktivitas dalam skala besar. Jaringan kerja ( network ) adalah hal khusus dari teori grafik pada umumnya.Teori grafik adalah salah satu cabang dari matematik. Untuk dapat mengerti jaringan kerja secara lebih baik, maka perlu mengetahui dasar teori grafik ala kadarnya.

Peranan Riset Operasi dalam Ilmu Komputer yang lain adalah dengan metode Pert, dimana dapat digunakan sebagai model dan metoda untuk perencanaan, pengawasan dan evaluasi proyek. Model ini berorientasi pada event dan menggunakan jaringan panah serta data waktu stochastis masing –masing aktivitas. Dengan adanya data waktu stochastis, maka pada Pert gangguan pada pelaksanaan proyek dapat dimasukkan dalam perhitungan. Berdasarkan data stochastis dari pada input diperolehlah kemungkinan – kemungkinan :
-Ketidakterjadian daripada event-float dengan memberikan satu atau beberapa ( bermacam – macam ) termin akhir ( planning ).
– Tidak tercapainya jadwal akhir dengan penilaian pekerjaan – perkerjaan ( aktivitas – aktivitas ) yang telah selesai ( pengawasan ).
-Mempertahankan tercapainya sasaran antara dan jadwal akhir proyek ( penilaian ).

Pada Ilmu Komputer, penerapan teori antrian ( queuing model ) berupa penyimpanan data pada list. Yang sering disebut FIFO sebagai singkatan dari First In First Out, atau yang mempunyai arti first come first served, jadi siapa yang datang duluan akan mendapat tempat data lebih dulu. Nantinya akan dicari cara paling optimumnya.

Terakhir, dalam Riset Operasi dikenal Simulasi. Simulasi diartikan sebagai penyelidikan satu sistem atau proses dengan bantuan suatu sistem tiruan. Contoh dalam dunia komputer, misalnya pendidikan teknik komputer yang menitikberatkan pada pemasangan hardware atau software. Alasan dari penggunaan simulasi ialah ongkos dan bahaya yang sangat kecil, tapi kadang – kadang juga karena tidak mungkin penyelidikan pada sistem real.

Telah diutarakan pada halaman sebelumnya, model adalah tumpuan utama dari Riset Operasi terutama model simbolik atau model matematik. Tetapi dalam praktek sering diketemukan sistem – sistem yang sangat sulit membuat modeel matematiknya atau malah tidak mungkin.

Karakteristik dari sistem – sistem seperti ini masih dapat diselidiki tanpa menyelesaikan model matematiknya, tapi melalui simulasi. Dengan demikian simulasi menjadi bagian utama dari Riset Operasi melalui eksperimentasi sistem tiruan. Di sini pun tetap masih menggunakan model, namun karena kompleksitas masalah, maka solusi matematis tidak dapat diharapkan, dan simulasilah sebagai penggantinya untuk memperoleh karakteristik sistemnya. Diantara sifat simulasi ialah tidak menggunakan metode yang tetap seperti misalnya simpleks, tetapi hanya suatu tata cara yang tergantung pada persoalan. Lalu simulasi tidaklah mencari optimasi sistem dengan serta-merta, tetapi hanya memperoleh pendekatan pada solusi optimal.

DAFTAR PUSTAKA
Saputra, Agung. Sistem Pendukung Keputusan. http://www.geocities.com/
/agungsap2002. teknikup@indo.net.id
Simarmata, Dj.A. 1985. Operations Research : Sebuah Pengantar.
Penerbit PT. Gramedia Jakarta.

Written by berbagilentera

October 17, 2008 at 2:33 pm

Posted in Berbagi Ilmu Komputer

Tagged with , ,

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. postingan yg perlu dibaca nui..!😀
    buat tmbah2 ilmu…. thankz

    r0zz

    January 4, 2010 at 2:12 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: