<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berbagi Lentera</title>
	<atom:link href="http://berbagilentera.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://berbagilentera.wordpress.com</link>
	<description>::  karena Hidup Pasti Butuh Lentera  ::</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Mar 2009 13:56:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='berbagilentera.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ada926dd464ca038cfbed1f9a30458dd?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berbagi Lentera</title>
		<link>http://berbagilentera.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Syubhat Partai Islam pun Terbantahkan</title>
		<link>http://berbagilentera.wordpress.com/2009/03/17/syubhat-partai-islam-pun-terbantahkan/</link>
		<comments>http://berbagilentera.wordpress.com/2009/03/17/syubhat-partai-islam-pun-terbantahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 13:56:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagilentera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[capres]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagilentera.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[&#8212;- 1. Mereka mengatakan :
Pemungutan suara ini hanya wasilah bukan tujuan, dan maksud kami adalah baik.
Bantahan :
Tidak dikenal kamus tujuan menghalalkan segala cara, sebab itu adalah kaidah Yahudiyah. Sebab berdasarkan kaidah Usuliyah: “Hukum sebuah wasilah ditentukan hasil yang terjadi (didapat); jika yang terjadi adalah perkara haram (hasilnya haram) maka wasilahnya juga haram”.
Adapun ucapan mereka bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagilentera.wordpress.com&blog=5121944&post=271&subd=berbagilentera&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://berbagilentera.files.wordpress.com/2009/03/wpl_090312-jabatan.jpg?w=119&#038;h=149" alt="wpl_090312-jabatan" title="wpl_090312-jabatan" width="119" height="149" class="alignleft size-full wp-image-272" /><strong>&#8212;- 1. Mereka mengatakan :</strong><br />
Pemungutan suara ini hanya wasilah bukan tujuan, dan maksud kami adalah baik.</p>
<p><strong>Bantahan :</strong><br />
Tidak dikenal kamus tujuan menghalalkan segala cara, sebab itu adalah kaidah Yahudiyah. Sebab berdasarkan kaidah Usuliyah: “Hukum sebuah wasilah ditentukan hasil yang terjadi (didapat); jika yang terjadi adalah perkara haram (hasilnya haram) maka wasilahnya juga haram”.</p>
<p>Adapun ucapan mereka bahwa yang mereka inginkan adalah kebaikan. Maka jawabnya bahwa niat baik lagi tulus belumlah menjamin kelurusan amal. Sebab betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tetapi tidak mendapatkannya. Sebab sebuah amal dapat dikatakan shahih dan makbul jika memenuhi 2 syarat: (1). Niat ikhlas (2). Menetapi Sunnah Nabi. Jadi bukan hanya bermodal keinginan (i`tikad baik saja).</p>
<p><strong>&#8212;- 2. Mereka mengatakan :</strong><br />
Kami mengikuti pemungutan suara dengan tujuan menegakkan daulah Islam.</p>
<p><strong>Bantahan :</strong><br />
Ada sebuah pertanyaan ditujukkan kepada mereka, bagaimana cara menegakkan daulah islam? Sedangkan diawal perjuangan, mereka sudah tunduk pada undang-undang sekuler yang diimpor dari Eropa. Mengapa mereka tidak memulai menegakkan hukum Islam itu pada diri mereka sendiri, atau memang ucapan mereka &#8220;Kami akan menegakkan daulah Islam&#8221; hanya slogan kosong belaka? Terbukti mereka tidak mampu menegakkannya pada diri mereka sendiri. Kalau ingin buktinya maka silahkan melihat mereka-mereka yang menerikkan slogan tersebut.<br />
<span id="more-271"></span><br />
<strong>&#8212;- 3. Mereka mengatakan :</strong><br />
Kami tidak mau berpangku tangan dengan membiarkan musuh-musuh bergerak leluasa tanpa hambatan.</p>
<p><strong>Bantahan :</strong><br />
Apakah masuk akal jika untuk menghadapi musuh-musuhnya, mereka bergandeng tangan dengan musuh-musuhnya dalam kursi parlemen, berkompromi dengan musuh dalam membuat undang-undang? Bukankah ini tipu daya ala Yahudi yang telah Allah nyatakan dalam Al-Qur&#8217;an, “Segolongan lain dari ahli Kitab berkata kepada sesamanya: Perlihatkan seolah-oleh kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang yang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya supaya mereka (orang-orang Mukmin) kembali (kepada kekafiran) (Ali-Imran: 72).</p>
<p>Dan ucapan mereka bahwa masuknya mereka ke kancah demokrasi itu adalah refleksi perjuangan mereka, tidak dapat dipercaya. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah mengatakan: “Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu, hingga kamu mengikuti agama mereka” (Al-Baqarah:120). Lalu mengapa mereka saling bahu membahu dengan orang-orang Yahudi dan Nashrani? Apakah mereka menetapkan kaedah: saling bertolong-tolongan pada perkara-perkara yang disepakati dan saling toleransi pada perkara-perkara yang diperselisihkan? Tidakkah mereka takut pada firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu&#8217;min. Inginkah kamu mengadaan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu?)” (An-Nisaa:144).</p>
<p><strong>&#8212;- 4. Mereka mengatakan :</strong><br />
Kami terjun dalam kancah demokrasi karena alasan darurat.</p>
<p><strong>Bantahan:</strong><br />
Darurat menurut ushul yaitu: “Keadaan yang menimpa seorang insan berupa kesulitan bahaya dan kepayahan/kesempitan, yang dikhawatirkan terjadinya kemudharatan atau gangguan pada diri (jiwa), harta, akan, kehormatan dan agamanya. Maka dibolehkan baginya perkara yang haram (meninggalkan perkara yang wajib) atau menunda pelaksanaannya untuk menolak kemudharatan darinya, menurut batas-batas yang dibolehkan syariat”.</p>
<p>Lalu timbul pertanyaan kepada mereka: yang dimaksud alasan itu, karena keadaan darurat atau karena maslahat? Sebab maslahat tentu saja lebih luas dan lebih umum ketimbang darurat. Jika dahulu mereka katakan bahwa demokrasi itu atau pemungutan suara itu hanya wasilah maka berarti yang mereka lakukan tersebut bukanlah karena darurat akan tetapi lebih tepat dikatakan untuk mencari maslahat, maka terungkaplah bahwa ikut sertanya mereka dalam kancah demokrasi tersebut bukanlah karena darurat tapi hanya karena mencari setitik maslahat.</p>
<p><strong>&#8212;- 5. Mereka mengatakan :</strong><br />
Kami terpaksa melakukannya, sebab jika tidak maka musuh akan menyeret kami dan melarang kami menegakkan hukum Islam dan melarang kami shalat di masjid-masjid dan melarang kami berbicara (berkhutbah).</p>
<p><strong>Bantahan :</strong><br />
Mereka hanya dihantui bayangan saja; atau mereka menyangka kelangsungan da&#8217;wah kepada jalan Allah hanya tergantung ditangan mereka saja. Dengan itu mereka menyimpang dari manhaj an-nabawi dalam berda&#8217;wah kepada Allah dan didalam al-islah (perbaikan). Lalu mereka menuduh orang-orang yang tetap berpegang teguh pada as-Sunnah sebagai orang-orang<br />
pengecut (orang-orang yang acuh tak acuh terhadap nasip umat). Apakah itu yang menyebabkan mereka membabi buta dan gelap mata? </p>
<p>Hendaknya mereka mengambil pelajaran dari seorang sahabat yang mulia yaitu Abu Dzar al-Ghifari ketika Rasulullah berpesan kepadanya: “Tetaplah engkau di tempat engkau jangan pergi kemana-mana sampai aku mendatangimu. Kemudian Rasulullah pergi di kegelapan hingga lenyap dari pandangan, lalu aku mendengar suara gemuruh . Maka aku khawatir jika seseorang telah menghadang Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, hingga aku ingin mendatangi beliau. Tapi aku ingat pesan beliau; tetaplah engkau ditempat jangan kemana-mana, maka akupun tetap ditempat tidak kemana-mana. Hingga beliau mendatangiku. Lalu aku berkata bahwa aku telah mendengar suara gemuruh sehingga aku khawatir terhadap beliau, lalu aku ceritakan kisahku. Lalu beliau berkata apakah engkau mendengarnya? Ya, kataku. Beliau berkata itu adalah Jibril, yang telah berkata kepadaku:barangsiapa diantara umatmu (umat rasulullah) yang wafat dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, akan masuk ke dalam surga. Aku bertanya, walaupun dia berzina dan mencuri? Beliau berkata, walaupun dia berzina dan mencuri” (Mutafaqun alaih).</p>
<p>Lihatlah bagaimana keteguhan Abu Dzar Al-Ghifari terhadap pesan Rasulullah untuk tidak bergeming dari tempat, walaupun dalam sangkaan beliau, Rasulullah berada dalam mara bahaya! Bukankah hal tersebut gawat dan genting. Suara gemuruh yang mencemaskan beliau atas nasib Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam. Namun apa gerangan yang menahan Abu Dzar al-Ghifari untuk menemui rasulullah. Apakah beliau takut, atau beliau pengecut, atau beliau acuh tak acuh akan nasip rasulullah? Tidak! Tidak ada yang menahan beliau melainkan pesan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: Tetaplah engkau ditempat, jangan pergi kemana-mana hingga aku datang!</p>
<p>Keteguhan beliau diatas garis as-Sunnah telah mengalahkan (menundukkan) pertimbangan akal dan perasaan! Beliau tidak memilih melanggar pesan Rasulullah dengan alasan ingin menyelamatkan beliau shallallahu&#8217; alaihi wa sallam.</p>
<p>Kemudian kita lihat hasil keteguhan beliau atas pesan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam berupa ilmu tentang tauhid yang dibawa malaikat Jibril kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam. Kabar gembira bagi para muwahhid (ahli Tauhid) yaitu surga. Seandainya beliau melanggar pesan rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, maka belum tentu beliau<br />
mendapatkan ilmu tersebut saat itu!!</p>
<p>Demikian pula dikatakan kepada mereka: Kami tidak hendak melanggar as-Sunnah dengan dalih menyelamatkan umat! (karena keteguhan diatas as-Sunnah itulah yang menyelamatkan umat-red). Berbahagialah ahlu sunnah (salifiyyin) berkat keteguhan mereka di atas as-Sunnah.</p>
<p><strong>&#8212;- 6. Mereka mengatakan :</strong><br />
Bahwa mereka mengikuti kancah pemungutan suara untuk memilih kemudharatan yang paling ringan. Mereka juga berkata bahwa mereka mengetahui hal itu adalah jelek, tapi ingin mencari mudharat yang paling ringan demi terwujudnya maslahat yang lebih besar.</p>
<p><strong>Bantahan :</strong><br />
Apakah mereka menganggap kekufuran dan syirik sebagai sesuatu yang ringan kemudharatanya? Timbangan apa yang mereka pakai untuk mengukur berat ringannya suatu perkara?. Apakah timbangan akal dan hawa nafsu? Tidakkah mereka mengetahui bahwa demokrasi itu adalah sebuah kekufuran dan syirik produk barat?. Lalu apakah ada yang lebih berat dosanya selain kekufuran dan syirik?</p>
<p>Kemudian apakah mereka mengetahui syarat-syarat dan batasan-batasan kaidah, &#8220;Memilih kemudharatan yang paling ringan&#8221;. Jika jawaban mereka tidak mengetahui; maka hal itu adalah musibah. Jika jawabannya mereka mengetahui, maka diakatakan kepada mereka: coba perhatikan kembali syarat-syaratnya!</p>
<p>Diantaranya:<br />
a. Maslahat yang ingin diraih adalah nyata (realistis) bukan sekedar perkiraan (anggapan belaka). Kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh mereka yang melibatkan di dalam kancah demokrasi itu cukuplah sebagai bukti bahwa maslahat yang mereka janjikan itu hanyalah khayalan dan isapan jempol belaka.</p>
<p>b. Maslahat yang ingin di capai harus lebih besar dari mafsadah (kerusakan) yang dilakukan, berdasarkan paham ahli ilmu. Jika realita adalah kebaikannya yaitu maslahat yang hendak dicapai lebih kecil ketimbang mafsadah yang terjadi, maka<br />
kaidahnya berganti menjadi: “Menolak masfsadah (kerusakan) lebih didahulukan ketimbang mencari (mengambil) mashlahat.</p>
<p>c. Tidak ada cara (jalan) lain untuk mencapai maslahat tersebut melainkan dengan melaksanakan mafsadah (kerusakan) tersebut. Syarat ketiga ini sungguh amat berat untuk dipenuhi oleh mereka sebab konsekuensinya adalah: tidak ada jalan lain untuk menegakkan hukum Islam, kecuali dengan jalan demokrasi tersebut. Sungguh hal itu adalah kebathilan yang amat nyata! Apakah mungkin manhaj Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam dalam ishlah (perbaikan) divonis tidak layak dipakai untuk menegakkan hukum Islam? Tidaklah kita mengenal Islam, kecuali melalui beliau shallallahu `alaihi wa sallam?</p>
<p><strong>Ikut Nimbrung</strong><br />
Dari saya, berbagilentera.wordpress.com, berpesan: semoga kita dan Anda semua tidak neko-neko dalam hidup ini. Terlalu menggebu-gebu sampai keluar haluan. Dengar dan taati para ulamamu yang &#8216;alim dalam Quran dan Hadits dengan pemahaman generasi terbaik umat Islam ini, sahabat-tabiin-tabiut tabiin&#8230;yup, mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Harapan itu masih ada.</p>
<p><strong>Sumber: </strong>salinan Ary Susanti dari Majalah As-Sunnah 11/III/1420-1999 yang dikirim ke milis assunnah@yahoogroups.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagilentera.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagilentera.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagilentera.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagilentera.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagilentera.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagilentera.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagilentera.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagilentera.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagilentera.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagilentera.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagilentera.wordpress.com&blog=5121944&post=271&subd=berbagilentera&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagilentera.wordpress.com/2009/03/17/syubhat-partai-islam-pun-terbantahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0442f39796e003f3afb8f77af49d4908?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">berbagilentera</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berbagilentera.files.wordpress.com/2009/03/wpl_090312-jabatan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wpl_090312-jabatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Hina Diberi Kedudukan Terhormat</title>
		<link>http://berbagilentera.wordpress.com/2009/03/13/orang-hina-diberi-kedudukan-terhormat/</link>
		<comments>http://berbagilentera.wordpress.com/2009/03/13/orang-hina-diberi-kedudukan-terhormat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 13:53:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagilentera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[capres]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagilentera.wordpress.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Anda dan saya sudah mengetahui, bahwa akan muncul tanda-tanda kecil dari kiamat. Tanda ini berlalu dalam masa yang panjang dan lama kelamaan akan menjadi biasa. Diantaranya terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba.
Diantara tanda-tanda kecil dari kiamat lainnya, ialah apabila orang-orang yang hina dan rendah diberi kedudukan yang tinggi melebihi orang yang baik. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagilentera.wordpress.com&blog=5121944&post=269&subd=berbagilentera&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anda dan saya sudah mengetahui, bahwa akan muncul tanda-tanda kecil dari kiamat. Tanda ini berlalu dalam masa yang panjang dan lama kelamaan akan menjadi biasa. Diantaranya terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba.</p>
<p>Diantara tanda-tanda kecil dari kiamat lainnya, ialah apabila orang-orang yang hina dan rendah diberi kedudukan yang tinggi melebihi orang yang baik. Sehingga urusan masyarakat berada di tangan orang-orang bodoh dan hina. Kondisi seperti ini dapat disaksikan pada masa sekarang. Amat benar berita ghoib dari Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adakah yang beriman?</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Sesungguhnya akan datang tahun-tahun yang penuh tipu daya, pada waktu itu pembohong dibenarkan dan orang jujur dianggap pendusta, pengkhianat diserahi amanat dan orang kepercayaan dituduh penghianat, dan Ruwaibidhah berkata seenaknya (menyampaikan kebijaksanaan-kebijaksanaannya)’. Para sahabat bertanya, “Apakah Ruwaibidhah itu ?” Beliau menjawab : “Orang bodoh yang berbicara tentang urusan masyarakat umum”[HR. Ahmad, shahih]</p>
<p>“Artinya : Tetapi akan saya ceritakan kepadamu tentang tanda-tandanya, yaitu … dan apabila orang-orang yang dahulu telanjang (pakaiannya compang-camping) dan berkaki telanjang lantas menjadi pemimpin manusia. Maka itulah di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat” [HR. Muslim]<br />
<span id="more-269"></span><br />
“Artinya : Apabila suatu urusan telah diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka nantikanlah datangnya kiamat” [HR. Bukhari]</p>
<p>Dikatakan kepada pemimpin bodoh tersebut, “Alangklah pandainya, alangkah bagusnya budi pekertinya …” dan mereka sifati dengan yang sangat baik, padahal dia adalah orang yang sangat durhaka, sedikit sekali pengetahuan dan penerapan agamanya, serta sangat minim amanahnya. Bahkan terkadang malah memusuhi kaum muslimin dan hendak menghancurkan Islam. Fa laa haula wa laa quwwata illa billahil aliyyil azhim.</p>
<p>Seharusnya yang menduduki posisi seperti itu adalah orang yang mengerti agama dan bertaqwa, karena mereka inilah yang seharusnya didahulukan dalam memegang kendali urusan masyarakat. Sebab orang yang paling utama dan mulia ialah orang yang mengerti agama dan bertaqwa, sebagaimana firman Allah. “Artinya : Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa” [Al-Hujarata : 13]</p>
<p>Karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memberikan kekuasaan untuk memegang urusan masyarakat kecuali kepada orang kepercayaan yang betul-betul dapat dipercaya, yang paling baik dan paling mengerti, demikian pula khalifah sepeninggal beliau. </p>
<p>Maka saudaraku,</p>
<p>Artikel ini dimuat sebagai bentuk dakwah kepada iman kepada Allah Ta&#8217;ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, disamping itu juga merupakan seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti karena kiamat itu telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak.</p>
<p><strong>Diringkas dari:</strong>  http://www.almanhaj.or.id/content/1879/slash/0<br />
dari: Asyratus Sa&#8217;ah. Fasal Tanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Pustaka Mantiq]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagilentera.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagilentera.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagilentera.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagilentera.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagilentera.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagilentera.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagilentera.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagilentera.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagilentera.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagilentera.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagilentera.wordpress.com&blog=5121944&post=269&subd=berbagilentera&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagilentera.wordpress.com/2009/03/13/orang-hina-diberi-kedudukan-terhormat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0442f39796e003f3afb8f77af49d4908?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">berbagilentera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penggalangan Dana Palestina dan Tabligh Akbar</title>
		<link>http://berbagilentera.wordpress.com/2009/01/01/penggalangan-dana-palestina-dan-tabligh-akbar/</link>
		<comments>http://berbagilentera.wordpress.com/2009/01/01/penggalangan-dana-palestina-dan-tabligh-akbar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 23:20:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagilentera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[akbar]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagilentera.wordpress.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[SAUDARAKU, MOHON DISEBARKAN PENGUMUMAN INI&#8230;.
Info Penggalangan Dana Palestina
1. Radio Dakwah Islamiyyah 100.5 FM telp. (0341) 336476
2. Ammar Muhammad Bafana&#8217;
   (0341) 368944 / 361445 / 081 252 284 93
Untuk pemberian bantuan lewat rekening bisa dikirimkan ke :
1. BCA Cabang Kudusan Malang
   rek. 062 029 6872 atas nama Ammar
2. Bank Syariah Mandiri Malang
 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagilentera.wordpress.com&blog=5121944&post=267&subd=berbagilentera&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>SAUDARAKU, MOHON DISEBARKAN PENGUMUMAN INI&#8230;.</p>
<p>Info Penggalangan Dana Palestina<br />
1. Radio Dakwah Islamiyyah 100.5 FM telp. (0341) 336476<br />
2. Ammar Muhammad Bafana&#8217;<br />
   (0341) 368944 / 361445 / 081 252 284 93</p>
<p>Untuk pemberian bantuan lewat rekening bisa dikirimkan ke :<br />
1. BCA Cabang Kudusan Malang<br />
   rek. 062 029 6872 atas nama Ammar<br />
2. Bank Syariah Mandiri Malang<br />
   rek. 029 701 4495 atas nama Ammar Muhammad</p>
<p>Batas Akhir Penerimaan Dana :<br />
Ahad, 14 Muharram 1430 H / 11 Januari 2009 M<br />
____________________________________________________________________________</p>
<p>UNDANGAN TABLIGH AKBAR dan PENGGALANGAN DANA<br />
&#8220;Untukmu Jiwa dan Harta Kami, wahai Al-Aqsha&#8221;</p>
<p>oleh : Ustadz Abdullah al-Hadromi<br />
          Ustadz Ir. Andri Kurniawan<br />
          Perwakilan KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina)<br />
          Perwakilan MUI Malang Raya</p>
<p>Hari/Tanggal : Ahad, 14 Muharram 1430 H / 11 Januari 2009 M<br />
Tempat : Masjid An-Nur Jagalan Malang<br />
                jl. Kapten Piere Tendean gang 1C/7C, telp. (0341) 336476<br />
Pukul : 09.00 WIB<br />
____________________________________________________________________________</p>
<p>Kabar Terakhir (01/01/09) dari Negeri Gaza :</p>
<p>Diringkas dari Jawapos (01/01/09), serangan Yahudi ke Gaza makin brutal dan tak ada tanda-tanda bakal padam dalam waktu dekat. Kaum Zionis cuek terhadap tekanan internasional yang ingin hujan roket dihentikan dan gencatan senjata segera disepakati oleh dua kubu, yakni Zionis dengan Hamas. Zionis bertindak cuek dengan dalih Hamas belum mengendurkan serangan balasan. </p>
<p>Bahkan Zionis menolak desakan Prancis untuk menghentikan gencatan senjata. Yahudi menilai usul Prancis tersebut tidak realistis, padahal gencatan senjata 48 jam itu bertujuan agar bantuan internasional bebas menjalankan misi kemanusiaan guna membantu korban sipil. Karena sejak serangan Yahudi menggempur bumi Gaza lima hari lalu, warga sekitar jalur Gaza dilaporkan kekurangan makanan, obat-obatan, dan listrik. Yahudi terus menyiagakan ribuan serdadu dan tank-tank untuk menyerang wilayah berpendudukan 1,5 juta jiwa itu dari darat. “Sama sekali tak ada niat untuk menghentikan aktivitas militer”, tutur anggota kementerian keamanan, Meir Sheetrit.</p>
<p>Kemarin (31/12/08) roket Yahudi menghantam jalur peredaran bantuan makanan dan selundupan senjata untuk Hamas di perbatasan Gaza dan Mesir. Yahudi juga menghancurkan kantor perdana menteri Hamas, Ismail Haniyeh.</p>
<p>Baca artikel “Yahudi Akan Terbasmi, Insya Allah&#8230;.” di http://berbagilentera.wordpress.com<br />
dan artikel lainnnya di http://berbagilentera.blogspot.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagilentera.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagilentera.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagilentera.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagilentera.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagilentera.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagilentera.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagilentera.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagilentera.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagilentera.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagilentera.wordpress.com/267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagilentera.wordpress.com&blog=5121944&post=267&subd=berbagilentera&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagilentera.wordpress.com/2009/01/01/penggalangan-dana-palestina-dan-tabligh-akbar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0442f39796e003f3afb8f77af49d4908?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">berbagilentera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Koreksi Kepercayaan Seputar Muharram (Suro)</title>
		<link>http://berbagilentera.wordpress.com/2008/12/31/koreksi-kepercayaan-seputar-muharram-suro/</link>
		<comments>http://berbagilentera.wordpress.com/2008/12/31/koreksi-kepercayaan-seputar-muharram-suro/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 13:28:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagilentera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[kerbau]]></category>
		<category><![CDATA[muharram]]></category>
		<category><![CDATA[pantai selatan]]></category>
		<category><![CDATA[pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[suro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagilentera.wordpress.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ustadz Abu Nu’aim Al-Atsari
Keyakinan bahwa bulan Muharram (Suro) merupakan bulan keramat atau petaka, tidak terlepas dari dua hal bisa haram atau jatuh ke dalam kesyirikan. Belum lagi acara-acara yang menyertainya semisal nyadran ke pantai selatan, jamasan pusaka, kirab kerbau untuk dimintai berkahnya. Tidak diragukan lagi semua itu merupakan syirik besar. Lihat selengkapnya &#8216;Muharram (Suro) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagilentera.wordpress.com&blog=5121944&post=265&subd=berbagilentera&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh: Ustadz Abu Nu’aim Al-Atsari</strong></p>
<p>Keyakinan bahwa bulan Muharram (Suro) merupakan bulan keramat atau petaka, tidak terlepas dari dua hal bisa haram atau jatuh ke dalam kesyirikan. Belum lagi acara-acara yang menyertainya semisal nyadran ke pantai selatan, jamasan pusaka, kirab kerbau untuk dimintai berkahnya. Tidak diragukan lagi semua itu merupakan syirik besar. Lihat selengkapnya &#8216;Muharram (Suro) Bukan Bulan Keramat&#8217; di <strong>http://berbagilentera.blogspot.com</strong></p>
<p>Benarkah keyakinan seperti itu? Jawabnya : Keyakinan tersebut adalah salah. Karena mereka menyandarkan nasib mereka, bahagia dan celaka kepada masa, waktu. Padahal waktu atau masa tidak kuasa memberikan apa-apa. Jadi mereka telah jatuh ke dalam perkara yang diharamkan atau kesyirikan. Allah mengkhabarkan keyakinan orang-orang kafir dan orang-orang musyrikin.</p>
<p>“Artinya : Dan mereka berkata : “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan dunia saja, kita mati dan kita hidup, tidak ada yang membinasakan kita selain masa. Dan sekali-kali mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga” [Al-Jatsiyah : 23]<br />
<span id="more-265"></span><br />
Orang-orang kafir tersebut mengingkari adanya hari kiamat, mati hidup mereka waktulah yang menentukan. Bahagia, celaka dan perputaran hidup mati mereka berjalan seiring dengan bergesernya waktu. Tidak disadari mereka telah mencaci masa. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Artinya : Allah Ta’ala berfirman : “Manusia menyakiti Aku, dia mencaci maki masa, padahal Aku adalah (pemilik dan pengatur masa) Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti” [Bukhari 4826, Muslim 2246]</p>
<p>Imam Al-Baghawi berkata : “Makna hadits : Dahulu orang-orang Arab terbiasa mencela masa apabila tertimpa musibah. Mereka mengatakan : “Makna tertimpa masa bencana”. Maka jika mereka menyandarkan musibah yang menimpa kepada masa, berarti mereka telah mencaci pengatur masa itu, yang tentunya adalah Allah. Karena pengatur urusan yang mereka lakukan itu pada hakekatnya adalah Allah. Oleh karena itu mereka dilarang mencela masa. [Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hal. 51]</p>
<p>Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dalam Al-Qoulus Sadid mengatakan : “Pencelaan kepada masa ini banyak terjadi pada masa jahiliyah. Kemudian diikuti oleh orang-orang fasik, gila dan bodoh. Jika perputaran masa berlangsung tidak sesuai dengan harapan mereka mulailah mereka mencelanya, bahkan tidak jarang melaknatnya. Semua ini timbul karena tipisnya agama mereka dan karena parahnya kedunguan dan kebodohan. Dikarenakan masa itu tidak mempunyai peranan apa-apa dalam menentukan nasib. Sebaliknya, justru masa itulah yang diatur. Kejadin-kejadian yang terjadi dalam rentang waktu, merupakan pengaturan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Oleh karena itu jika masa dicerca berarti mencaci pengaturnya” [Al-Qoulus Sadid hal. 146]</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata : “Mencela masa terbagi menjadi tiga macam. Yang kedua yaitu pencelaan kepada masa disertai keyakinan bahwa masa itu merupakan penentu. Masa itulah yang menentukan perkara menjadi baik atau jelek. Ini adalah syirik besar. Karena orang tadi berkeyakinan adanya pencipta selain Allah denan menyandarkan peristiwa-peristiwa kepada selainNya. Setiap orang yang berkeyakinan bahwa ada pencipta selain Allah maka dia kafir. Sama halnya dengan orang yang berkeyakinan adanya illah selain Allah yang pantas untuk disembah, ini juga kafir. </p>
<p>Yang ketiga ; pencelaan terhadap masa namun tidak disertai keyakinan bahwa masa itu merupakan penentu. Tetapi Allah-lah yang mengaturnya. Hanya saja dia mencelanya disebabkan pada masa itulah terjadi peristiwa yang tidak dia senangi. Pencelaan ini diharamkan, namun tidak sampai pada kesyirikan. Hal itu lantaran pencelaan kepada masa tidak terlepas dari dua kemungkinan. Jika pencelaan itu disertai keyakinan bahwa masa itu merupakan penentu maka ini syirik. Jika tidak demikian, maka pada hakekatnya pencelaan itu tertuju kepada Allah, karena Allah-lah yang mengatur masa tersebut, menjadi baik atau jelek. Maka ini diharamkan” [Al-Qoulul Mufid Ala Kitabit Tauhid, hal. 351-352]</p>
<p><strong>Dikutip sebagian dari :</strong><br />
[Buletin Dakwah Al-Furqon Edisi 6 Th 1 Muharram 1422/Maret-April 2002. Diterbitkan Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Ponpes Al-Furqon Al-Islami Srowo, Sidayu Gresik]<br />
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/2036/slash/0</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagilentera.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagilentera.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagilentera.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagilentera.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagilentera.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagilentera.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagilentera.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagilentera.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagilentera.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagilentera.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagilentera.wordpress.com&blog=5121944&post=265&subd=berbagilentera&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagilentera.wordpress.com/2008/12/31/koreksi-kepercayaan-seputar-muharram-suro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0442f39796e003f3afb8f77af49d4908?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">berbagilentera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syi&#8217;ah Menilai Muharram</title>
		<link>http://berbagilentera.wordpress.com/2008/12/29/syiah-menilai-muharram/</link>
		<comments>http://berbagilentera.wordpress.com/2008/12/29/syiah-menilai-muharram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 22:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagilentera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[husain]]></category>
		<category><![CDATA[iran]]></category>
		<category><![CDATA[karbala]]></category>
		<category><![CDATA[muharrom]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagilentera.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ustadz Abu Nu’aim Al-Atsari
Berlebihan Mengenang Kematian
Kepentingan kepada Muharram (Suro) tidak dimonopoli oleh suku atau bangsa tertentu. Syi’ah umpamanya, -mayoritas di Iran, meskipun di Indonesia sudah meruyak di berbagai sudut kota dan desa-, memiliki keyakinan tersendiri tentang Muharram (Suro). Terutama pada tanggal 10 Muharram, mereka mengadakan acara akbar untuk memperingati dan menuntut bela atas meninggalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagilentera.wordpress.com&blog=5121944&post=263&subd=berbagilentera&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh: Ustadz Abu Nu’aim Al-Atsari</strong></p>
<p><strong>Berlebihan Mengenang Kematian</strong><br />
Kepentingan kepada Muharram (Suro) tidak dimonopoli oleh suku atau bangsa tertentu. Syi’ah umpamanya, -mayoritas di Iran, meskipun di Indonesia sudah meruyak di berbagai sudut kota dan desa-, memiliki keyakinan tersendiri tentang Muharram (Suro). Terutama pada tanggal 10 Muharram, mereka mengadakan acara akbar untuk memperingati dan menuntut bela atas meninggalnya Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib di Karbala. </p>
<p>Seperti dikatakan oleh Musa Al-Musawi tokoh ulama mereka : “Belum pernah terjadi sepanjang sejarah adanya revolusi suci yang dikotori kaum Syi’ah dengan dalih mencintai Husain” Perbuatan buruk itu setiap tahun masih terus dilakukan kaum Syi’ah, terutama di Iran, Pakistan, India dan Nabtiyah di Libanon. Peritiwa ini sempat menimbulkan pertikaian berdarah anyara Syi’ah dan Ahlus Sunnah di beberapa daerah di Pakistan yang menelan korban ratusan jiwa yang tidak bersalah dari kedua belah pihak. [Lihat Mengapa Kita Menolak Syi’ah, LPPI hal. 85]</p>
<p>Dikatakan pula : “Orang-orang Syi’ah setiap bulan Muharram memperingati gugurnya Imam Husain di Karbala tahun 61H, peringatan tersebut dilakukan dengan cara berlebih-lebihan. Dari tanggal 1 Muharram sampai 9 Muharram diadakan pawai besar-besaran di jalan-jalan menuju ke Al-Husainiyah. Peserta pawai hanya mengenakan sarung saja sedang badannya terbuka.<br />
<span id="more-263"></span><br />
Selama pawai mereka memukul-mukul dada dan punggungnya dengan rantai besi sehingga luka memar. Acara puncak dilakukan dengan melukai kepala terutama dahinya sehingga berlumuran darah. Darah yang mengalir ke kain putih yang dikenakan sehingga tampak sangat mencolok. Suasana seperti itu membuat mereka yang hadir merasa sedih, bahkan tidak sedikit yang menangis histeris. [Lihat Mengapa Kita Menolak Syi’ah, LPPI, hal. 51]</p>
<p><strong>Mengapa Syi&#8217;ah begitu ekstrim ? </strong><br />
Karena ziarah ke kuburan Al-Husain merupakan amalan yang mereka anggap paling mulia. Dalam kitab mereka semisal Furu’ul Kafi oleh Al-Kulani, Man La Yahdhuruhul Faqiihu oleh Ibnu Babawih dan kitab lainnya, diriwayatkan : “… Barangsiapa mendatangi kubur Al-Husain pada hari Arafah dengan mengakui haknya maka Allah akan menulis baginya seribu kali haji mabrur, seribu kali umrah mabrur dan seribu kali peperangan bersama Nabi yang diutus dan imam yang adil”. </p>
<p>Dalam kitab Kamiluzaroot dan Bahirul Anwar disebutkan “ Ziarah kubur Al-Husain merupakan amalan yang paling mulia”, riwayat lainnya, “Termasuk amalan yang paling mulia adalah ziarah kubur Al-Husain”. Bahkan Karbala itu lebih mulia dibanding Makkah Al-Mukaramah. Karena Al-Husain dikuburkan di disana. [Lihat Ushul Madzhab Asy-Syiah Al-Imamiyah Al-Itsna Asyriyah Dr Nashir Al-Qifari, hal. 460-464]</p>
<p><strong>Larangan Ghuluw terhadap Orang Shalih</strong><br />
Demikian keyakinan Syi’ah, semua itu merupakan cerminan dari sikap ghuluw (berlebih-lebihan) mereka terhadap imamnya. Dan ini tidak aneh karena hal itu sudah menjadi tradisi mereka. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bersikap ghuluw kepada orang shalih, sabdanya.<br />
“Artinya : Semoga laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang Yahudi dan Nashara, mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat ibadah (masjid)” [Hadits Riwayat Bukhari 435, Muslim 531]</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi kabar tentang gereja yang ada di Habasyah (Ethiopia), dengan aneka ornamennya, lantas beliau bersabda. “Artinya : Mereka itu, apabila ada orang shalih meninggal, mereka bangun diatas kuburannya sebuah tempat ibadah dan membuat di dalam tempat itu gambar-gambar (patung-patung). Mereka itulah makhluk yang paling jelek disisi Allah” [Hadits Riwayat Bukhari 427 Muslim 528]</p>
<p>Bila pada bulan haram amalan shalih dibalas dengan berlipat demikian pula balasan bagi perbuatan maksiat, juga berlipat. Allahu a’lam</p>
<p>Dikutip sebagian dari :<br />
[Buletin Dakwah Al-Furqon Edisi 6 Th 1 Muharram 1422/Maret-April 2002. Diterbitkan Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Ponpes Al-Furqon Al-Islami Srowo, Sidayu Gresik]<br />
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/2036/slash/0</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagilentera.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagilentera.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagilentera.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagilentera.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagilentera.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagilentera.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagilentera.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagilentera.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagilentera.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagilentera.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagilentera.wordpress.com&blog=5121944&post=263&subd=berbagilentera&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagilentera.wordpress.com/2008/12/29/syiah-menilai-muharram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0442f39796e003f3afb8f77af49d4908?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">berbagilentera</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>