November 18, 2008 • 12:54 am
Diceritakan oleh Muhammad Robi’ Sulaiman tentang Syaikh Muhammad ibn Sholih al-’Utsaimin rahimahulloh:
Tahun yang lalu (1420 H), terjadi peristiwa yang mengesankan selama bulan Romadhon, ketika Syaikh Ibn Utsaimin sedang memberikan pengajian rutinnya di Masjidil Harom, Mekkah.
Dokter spesialis yang mengawasi kondisi Syaikh menyarankan bahwa kondisi Syaikh mengharuskannya istirahat, terlebih waktu malam, apalagi dengan memberikan pengajian setelah Sholat Tarawih. Dokter butuh untuk memberikan beliau transfusi darah dan melakukan beberapa pemeriksaan medis untuk beliau. Sebagai tanggapan kepada para dokter, Syaikh dengan ringkas berkata: “Kerjakan apa yang Anda inginkan dan saya memberikan pengajian”.
Read the rest of this entry »
Filed under: Syaikh bin Utsaimin , dokter, kenangan, pengajian, syaikh, utsaimin
Syaikh ‘Asheesh bercerita ketika Imam Hadits, Syaikh Muhammad bin Nashiruddin al-Albani rahimahulloh yang menjelaskan tentang perbedaan tingkatan keilmuan dalam hadits, dan Syaikh al-Albani berkata, “al-Hafidz adalah seorang yang memiliki ingatan seratus ribu hadits beserta jalur periwayatan dan isi haditsnya (matan)”.
Maka Syaikh ‘Asheesh merespon: “Apakah mungkin, supaya lebih meyakinkanku, bahwa Syaikh kami telah menghapal 100.000 hadits?”
Syaikh al-Albani: “Hal ini bukan urusanmu”.
Syaikh ‘Asheesh: “Agaknya, hal ini adalah urusanku”.
Syaikh al-Albani: “…Bukan urusanmu”.
Syaikh ‘Asheesh: “Jadi, mungkinkah saya mengatakan bahwa Syaikh kami seorang Hafidz?”.
Maka Syaikh al-Albani terdiam.
Read the rest of this entry »
Filed under: Syaikh Albani , albani, hadits, hafal, kenangan, syaikh
Doktor Naasir ibn Misfir az-Zahroni bercerita tentang Syaikh ‘Abdul-’Aziz ibn Baz rahimahulloh:
“Syaikh ‘Abdur-Rahman ibn ‘Atiq, salah seorang pengurus keuangan Syaikh ditanya: “Apakah Syaikh pernah bertanya kepadamu tentang gajinya, dan kapan dibayarkan atau kapan dibelanjakan atau apa saja berkenaan dengannya? Dan apakah beliau pernah menanyaimu berapa jumlah gaji beliau?”
Syaikh merespon: “Demi Alloh! Beliau tidak pernah menanyaiku tentang masalah tersebut, sedangkan beliau menanyaiku seputar gaji-gaji orang lain, tidak boleh terlambat dibayarkan”.
Diterjemahkan secara bebas dari :
www.fatwa-online.com
Mawaaqif madhee.ah fee hayaat al-Imaam ‘Abdul-’Azeez Ibn Baaz – halaman 223
Filed under: Syaikh bin Baaz , baaz, baz, gaji, Kisah, syaikh, teladan
October 14, 2008 • 10:50 pm
Nasabnya: Beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Shalih bin Muhammad bin Utsaimin Al Wuhaibi At Tamimy.
Kelahirannya: Beliau dilahirkan di kota ‘Unaizah pada tanggal 27 Ramadhan tahun 1347 H.
Pendidikannya: Beliau belajar Al Qur’anul Karim kepada kakek dari pihak ibunya, yaitu Abdurahman bin Sulaiman Ali Damigh Rahimahullah sampai hafal, selanjutnya beliau belajar Khath, berhitung dan sastra.
Seorang ulama besar, Syaikh Abdurahman As Sa’dy Rahimahullah telah menunjuk dua orang muridnya agar mengajar anak-anak kecil, masing-masing adalah Syaikh Ali Ash Shalihy dan Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz al Muthawwa’. Kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz inilah beliau belajar kitab Mukhtasharul Aqidah Al Wasithiyah dan Minhaajus Saalikin Fil Fiqhi, keduanya karya Syaikh Abdurahman As Sa’dy dan Al Ajrumiyah serta Al Alfiyah.
Read the rest of this entry »
Filed under: Syaikh bin Utsaimin
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abdullah bin Baaz rahimahullah dilahirkan di kota Riyadh pada tanggal 12 Dzul Hijjah tahun 1330 H, dari keluarga yang sebagian besar kaum lelakinya bergelut dalam dunia keilmuan.
Pada mulanya beliau bisa melihat, kemudian pada tahun 1336 H, kedua matanya menderita sakit, dan mulai melemah hingga akhirnya pada bulan Muharram tahun 1350 kedua matanya mulai buta.
Pendidikannya lebih banyak tertuju pada pelajaran Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau tumbuh dalam peliharaan salah seorang keluarganya. Al-Qur’an merupakan pelita yang menerangi hidupnya, sehingga umurnya dipergunakan untuk menimba ilmu Al-Qur’an, dan beliau hafal Al-Qur’an secara menyeluruh ketika beliaumasih kecil,belum mencapai usia baligh.
Read the rest of this entry »
Filed under: Syaikh bin Baaz