October 26, 2008 • 6:49 am
subuh yang indah
menanti pagi dan terbit nya sang fajar di ufuk timur
dingin nya angin menerpa wajah seakan menyapa dan berkata
terus lah berzikir dalam keindahan
bagai merpati yang telah menemukan dahan pujaan
Subhanallah, walHamdulillah, waLAILAHAILALLAH ,wallahuakbar.
menyapa sang KEABDIAN dalam kemanjaan
pertanyaan yang selalu kuajukan
dalam setiap zikir dan doa yang kupanjatkan
apakah ada keridhoan dari MU bagiku ya ALLAH
puisi for my abbu and my ummi
(Sandra aja)
Filed under: Syair , puisi, subuh
ketika hujan itu turun
kubertanya pada NYA
apakah ini sebuah tangisan?
kebahagiaan atau kemurkaan?
hatiku galau mencoba mengingat
adakah kesalahan yang ku dan mereka lakukan?
ataukah krna cinta yang menandakan kesetiaan
hatiku tak berhenti menatap langit
mengetahui waktu ku yang semakin sempit
aku tak ingin ada kesedihan pada langit
berilah waktu padaku walau hanya sedikit
(Sandra aja)
Filed under: Syair , hujan, puisi
October 17, 2008 • 2:58 pm
Ibumu mempunyai hak-hak yang sangat agung
Besarnya pengorbananmu belum apa-apa
dibanding besarnya pengorbanan seorang ibu
Dia kenyang dengan kepanasan, rintihan
dan hak-hal yang tidak mengenakkan
Pada saat melahirkan,
dia tidak peduli lagi dengan bahaya
Barang siapa yang menyusahkan hatinya
niscaya akan mendapat kesialan
Read the rest of this entry »
Filed under: Syair , bapak, durhaka, ibu, orang tua
October 14, 2008 • 9:55 am
Jika kamu memiliki cita
Nyanyian kerinduan telah menarikmu
Maka perpendeklah jarak tempuh
Kepada pemanggil cinta dan kerinduan mereka tatkala berseru
Katakanlah : “Aku penuhi panggilanmu!” seribu kali jumlahnya
Jangan perhatikan puing-puing yang menghalangi mereka
Sebab jika kamu perhatikan,
Puing-puing itu kembali menjadi penghalang
Jangan menunggu untuk pergi
Kesertaan orang yang bermalas-malasan
Tinggalkan saja
Sebab kerinduan cukuplah mengantarkanmu
Ambillah dari mereka perbekalan
Dan berjalanlah pada jalan hidayah dan kebutuhan
Maka kamu akan sampai
Read the rest of this entry »
Filed under: Syair , puisi, Syair, taubat
October 10, 2008 • 7:30 pm
Ikhlas datang, riya tak ingin kalah,
Menampakkan diri penuh keangkuhan
tak jera dengan hilangnya amal,
dilaknati di akhirat penuh kegundahan,
hilangnya ridho dan ampunan Tuhan
Read the rest of this entry »
Filed under: Syair , ikhlas, puisi, Syair