[Lomba Puisi Aliaz] Dukamu Nestapaku
Ya Alloh, tambatkanlah cintaku kepada saudaraku
Kau jauh di sana, namun cintaku utuh seperti dulu
Selalu saja hatiku memikirkanmu selalu
Masihkah ada bekas air mata di pipimu?
Kau tertawan, teraniaya, menangis tersedu..
“Sampaikah kapan semua ini kan berlalu?”
Harga dirimu sudah diinjak sepatu
Kehormatanmu bukan lagi permatamu
Wanita dan anak gadismu lepas dari penjagaanmu
Mereka sudah dijamah musuhmu !!!
Kuatkanlah hatimu, bersabarlah saudaraku
Demi agamamu, demi surga yang menantimu
Aku di sini bersamamu, mendoakanmu, memikirkanmu
Sambil berharap terus kepada Tuhanku,
Kebinasaan untuk musuhmu..
Kebinasaan untuk musuhku..
Puisi ini diikutkan lomba “Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait“,
gawenya Mbak Aliaz
*) Info lomba dari Mbak Saffa’, mkasih Mbak..
Semoga menang yah
.
idisuwardi
February 26, 2010 at 9:16 am
mkasih Mas dukungannya..
berbagilentera
February 26, 2010 at 11:57 am
Puisi sudah masuk keranjang. Terima kasih atas partisipasinya
aliazblog
February 26, 2010 at 5:04 pm
Sama-sama Mbak..
berbagilentera
February 27, 2010 at 5:25 am
wah mantaps bgt bro !!! trik jago kunjungi ya
chelsea
February 27, 2010 at 1:00 pm
mkasih Bro kunjungannya..
berbagilentera
February 28, 2010 at 2:35 pm
memang dulur kita yang satu ini paling jago dalam berkata-kata. =)
dimasangga
March 1, 2010 at 10:06 am
tapi gak pengen jadi kayak Azzabarqon, yg hidup dari puisi yg menghujat orang..
pengennya jadi Hassan Ats Tsabit, penyair Rosululloh, yg juga mendapat lirikan ‘maut’ Kholifah ‘Umar ibn Khoththob..
(noh, lagi-lagi bahasan kajian pagi tadi..)
berbagilentera
March 1, 2010 at 2:43 pm
Jadi t’inspirasi u/ berdo’a bacanya, haha… Salam kenal:)
Ad31ka
March 2, 2010 at 5:07 am
lam kenal juga..
Jangan lupakan saudaramu yang sekarang sedang menangis sedih di dalam doa-doamu..
berbagilentera
March 2, 2010 at 2:51 pm