Berbagi Lentera

:: karena Hidup Pasti Butuh Lentera ::

Hukum Perayaan Maulid, Isra Miraj, Tahun Baru Islam

with 8 comments

Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Berikut saya cuplikkan jawaban atas pertanyaan seputar perayaan-perayaan baru di sekitar kita. Seperti Perayaan Maulid, Isra Miraj, Tahun Baru Islam, dll. Semoga mencerahkan.

Sungguh Islam Telah Sempurna!
Tidak diragukan lagi bahwa Allah telah menyempurnakan untuk umat ini agamanya dan menyempurnakan nikmatNya, sebagaimana firmanNya, “Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu. [Al-Ma'idah : 3]

Allah Subhanahu wa Ta’ala mewafatkan NabiNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau menyampaikan semuanya dengan jelas dan Allah telah menyempurnakan hukum-hukum agama ini, maka tidak ada seorang pun yang boleh mengada-adakan sesuatu yang baru yang tidak disyari’atkan Allah dalam agamaNya, sebagaimana disabdakan Nabi, “Artinya : Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam Islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak.”‘[1] [Hadits ini disepakati keshahihannya, dari hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha]

Imam Muslim dalam Shahihnya meriwayatkan pula, dari Aisyah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Artinya : Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan maka ia tertolak.”[2] Makna maka ia tertolak di sini adalah ditolak, tidak boleh dilakukan, karena hal itu merupakan penambahan dalam agama yang tidak diizinkan Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingkari orang yang melakukannya, sebagaimana firmanNya dalam surat Asy-Syura. “Artinya : Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’ atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah” [Asy-Syura :21]

Disebutkan pula dalam Shahih Muslim, dari Jabir Radhiyallahu ‘anha, bahwa dalam salah satu khutbah Jum’at beliau mengatakan. “Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan dan setiap hal baru adalah sesat.”[3].

Dan masih banyak lagi hadits-hadits dan atas-atsar yang mengingkari perbuatan bid’ah dan memperingatkannya. Pada kesempatan ini tidak cukup untuk menyebutkan semuanya.

Bagaimana hukum perayaan tersebut?
Perayaan-perayaan yang disebutkan dalam pertanyaan tadi tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal beliau adalah manusia yang paling loyal dan paling mengetahui tentang syari’at Allah serta paling antusias untuk menunjuki dan membimbing umat ini kepada hal-hal yang bermanfaat bagi mereka dan mendatangkan keridhaan Rabbnya, dan tidak pernah juga dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum padahal mereka adalah golongan manusia terbaik dan paling mengetahui setelah para nabi serta paling antusias untuk melakukan setiap kebaikan. Juga tidak pernah dilakukan oleh para imamul huda pada abad-abad pertama yang diutamakan.

Akar Masalah dan Solusinya
Semua itu dilakukan oleh sebagian muta’akhirin, sebagian mereka berpatokan pada ijtihad dan menganggap baik tapi tanpa hujjah, dan mayoritas mereka hanya meniru pada pendahulunya dalam melaksanakan perayaan-perayaan tersebut. Yang wajib atas semua kaum muslimin adalah menempuh jalan yang pernah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum serta mewaspadai setiap hal baru dalam agama Allah yang diada-adakan oleh manusia setelah mereka. Inilah jalan yang lurus dan manhaj yang benar, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” [Al-An'am : 153]

Disebutkan dalam hadits shahih, dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia berkata. “Pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuatkan suatu garis pada kami, lalu beliau mengatakan, ‘Ini jalan Allah.’ Kemudian beliau membuat lagi garis-garis lain disebelah kanan dan kirinya, lalu mengatakan, ”Jalan-jalan ini, di atas setiap jalan ini ada setan yang mengajak kepadanya” [4]

Kemudian beliau membacakan ayat ini, “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya.” [Al-An'am : 153]. Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala “Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya” [Al-Hasyr : 7]

Dari dali-dalil yang kami sebutkan tadi, jelaslah bagi kita, bahwa perayaan perayaan tersebut semuanya bid’ah, kaum muslimin wajib meninggalkannya dan mewaspadainya. Dan yang disyari’atkan bagi kaum muslimin adalah berusaha memahami agamanya, mempelajari peri kehidupan Nabi dan melaksanakannya di semua masa, tidak hanya pada hari kelahirannya saja. Apa yang telah ditetapkan Allah sudah cukup, tidak perlu ada penambahan hal-hal yang baru.

Tentang Isro’ Mi’roj dan Tahun Baru Hijriyyah…
Mengenai peringatan isra’ mi’raj, yang benar menurut para ahli ilmu bahwa hal itu tidak diketahui. Adapun riwayat yang menyatakannya semuanya merupakan hadits hadits lemah yang tidak benar berasal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang mengatakan bahwa isra’ mi’raj itu pada malam 27 Rajab, ia keliru, karena tidak ada hujjah syari’iyah yang menguatkannya. Kalaupun misalnya tanggal itu diketahui, tapi merayakannya (memperingatinya) merupakan perbuatan bid’ah, karena merupakan tambahan dalam agama yang tidak diizinkan Allah.

Seandainya itu disyari’atkan, tentu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum sudah lebih dulu melaksanakannya dan lebih antusias daripada orang-orang setelah mereka. Demikian juga peringatan hijrah (tahun baru), seandainya perayaannya disyari’atkan, tentu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sudah lebih dulu melaksanakan, dan seandainya mereka melaksanakan, tentu beritanya sampai pula kepada kita. Tapi karena tidak ada berita tersebut, berarti perayaan itu perbuatan bid’ah.

Harapan dan Doa Kami
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memperbaiki kondisi kaum muslimin, menganugerahi mereka pemahaman dalam agama serta melindungi kami, anda sekalian dan mereka dari semua bid’ah dan semua perakara yang diada-adakan. Semoga semuanya dibimbing untuk meniti jalanNya yang lurus. Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta yang mengikuti jejak langkah mereka dengan kebaikan hingga hari berbangkit.

Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/499/slash/0
dikutip dari [At-Tahdzir Minal Bida’, hal. 46 - 49, Syaikh Ibnu Baz]
[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al Masa’il Al-Ashriyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]
__________
Foote Note
[1]. HR. Al-Bukhari dalam Ash-Shulh (2697). Muslim dalam Al-Aqdhiyah (1718).
[2]. Al-Bukhari menganggapnya mu’allaq dalam Al-Buyu’ dan Al-I’tisham. Imam Muslim menyambungnya dalam Al-Aqdhiyah (18-1718).
[3]. HR. Muslim dalam Al-Jumu’ah (867).
[4]. Ahmad (4131. Ad-Darimi dalam Al-Muqadimah (202).

About these ads

Written by berbagilentera

December 25, 2008 at 1:29 am

8 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. ahina fillah,,,muhon belajar lagi ya,jgn terlalu taassub/fanatik pd satu guru.sy anjurkn buka kitab lg dan bandingkan pendapat2 dari pd ulama’yg allamah,di waktu belajar sambil istihoroh dgn wiritannya yg sekiranya mendapat ilham dr alloh klu bisa baca amalan yg sekiranya bermimpi rosululloh, insaalloh anda klu sudah berhasil dgn itu semua tidak bakalan dan gampang2 bilang bid’ah selama2nya.ulama’yg ihlas dan yg alim sungguh2 yg wari’toat pd alloh rata2 yg mlaksanakan perayaan itu krn sudah brhasil melaksanakan jalan ilham dan mimpi baginda nabi.mudah2n bisa di buat perbandingandan dan bermanfaat.amain

    ibnu hafas

    July 6, 2010 at 4:42 am

    • Yups mkasih Akh tanggapannya..

      Tentu antum lebih pandai dari saya; antum pasti mengerti betul bahwa Agama Islam tidak dibangun di atas mimpi atau ilham dari Alloh, karena semuanya (wahyu -red) telah terputus semenjak wafatnya Rosululloh sebagai nabi dan rosul terakhir. Nah, lantas apa pedoman Umat Islam dalam beragama sepeninggal Rosululloh? tentu AlQuran dan Hadits Shohih bukan?

      Sekarang pertanyaannya, apakah di dalam AlQuran dan Hadits Shohih menyebutkan bahwa Rosululloh dan para sahabatnya pernah merayakan perayaan2 tersebut di atas? Oh.. ternyata para ulama yang ikhlas lagi terpercaya ilmunya tidak mendapati satupun riwayat shohih ttg perayaan2 tersebut.. (kapasitas saya mah cuman mencantumkan tulisan ini aja ^^)

      Selayaknya kita berterima kasih atas jasa ulama2 tersebut. Dengan hati yang bersih dari hawa nafsu atau fanatik kepada siapapun, insyaAlloh Anda akan menerima penjelasan dari tulisan ini.. amin.

      btw, mkasih loh ya uda main2 ke blogku..

      berbagilentera

      August 15, 2010 at 2:40 pm

  2. harapan kami jgn suka berdebat lakukanlah holwah yang bisa manjadi panutan umat islam sedunia,saya husnuddhon pada ahinafillah andalah orang pintar yang bisa mencari sesuatu yg benar………..

    ibnu hafas

    July 6, 2010 at 4:53 am

    • ndak kok, maksud saya mencantumkan tulisan ini bukan mendebat siapa-siapa. Hanya kita pingin menyampaikan nasihat kebenaran. Sebagaimana saya juga akan sangat senang bila Anda atau saudara2 yg lain memberikan nasihat kepada saya..

      Jika Anda tidak sependapat dengan tulisan ini, ndak apa2 kok. Toh kewajiban kami hanya menyampaikan saja. Sepanjang Anda punya dalil AlQuran dan Hadits shohih utk meluruskan tulisan ini, silahkan deh.. dikasih linknya di komentar sini.

      berbagilentera

      August 15, 2010 at 2:26 pm

  3. sebagai pembanding coba akhi baca buku ini….
    http://www.ziddu.com/download/9246427/KenalilahAkidahmu.pdf.html

    ayahrazy

    August 25, 2010 at 9:38 am

    • mkasih linknya akh…

      smoga bisa membantu memberi pencerahan kepada ikhwah2 lainnya..

      berbagilentera

      August 30, 2010 at 12:00 am

  4. makasih mas artikelnya.. sangat bermanfaat bisa nambah ilmu pngetahuan..

    cheater

    July 5, 2011 at 4:52 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: