Diceritakan oleh Muhammad Robi’ Sulaiman tentang Syaikh Muhammad ibn Sholih al-’Utsaimin rahimahulloh:
Tahun yang lalu (1420 H), terjadi peristiwa yang mengesankan selama bulan Romadhon, ketika Syaikh Ibn Utsaimin sedang memberikan pengajian rutinnya di Masjidil Harom, Mekkah.
Dokter spesialis yang mengawasi kondisi Syaikh menyarankan bahwa kondisi Syaikh mengharuskannya istirahat, terlebih waktu malam, apalagi dengan memberikan pengajian setelah Sholat Tarawih. Dokter butuh untuk memberikan beliau transfusi darah dan melakukan beberapa pemeriksaan medis untuk beliau. Sebagai tanggapan kepada para dokter, Syaikh dengan ringkas berkata: “Kerjakan apa yang Anda inginkan dan saya memberikan pengajian”.
Maka, tatkala beliau memberikan pengajian, dokter-dokter di sekeliling beliau menancapkan sebuah jarum pada beliau untuk memulai proses transfusi darah dan menyempurnakan pemeriksaan medis, memeriksa suhunya, nadi dan kesehatannya secara menyeluruh.
Seperti inilah tingkat kesungguhan Syaikh menyebarkan pengetahuan dan mengajarkan orang, dari awal hingga malam terakhir Romadhon sebelum keberangkatan beliau dari Masjidil Harom.
Diterjemahkan secara bebas dari :
www.fatwa-online.com
Safahaat Mushriqah min Hayaat al-Imaam Muhammad ibn Saalih al-’Uthaymeen – halaman 24
al-Arbi’aa – tanggal: 29 Shawwaal 1421 A.H.
Filed under: Syaikh bin Utsaimin , dokter, kenangan, pengajian, syaikh, utsaimin