Ikhlas datang, riya tak ingin kalah,
Menampakkan diri penuh keangkuhan
tak jera dengan hilangnya amal,
dilaknati di akhirat penuh kegundahan,
hilangnya ridho dan ampunan Tuhan
Pujian justru membangkitkan semangat,
celaan membuat malas untuk taat
usaha sudah dikerahkan penuh tekad
membasmi tuntas penyakit penuh khianat
Manusia tidak memberi rugi dan manfaat
mengapa antum menghiraukannya,
padahal surga dan neraka,
milik Sang Penerima Tobat.
Janganlah terbetik dalam hatimu
sekalipun, bahkan sedetikpun
kamu bangga dan kecewa sebab penilaian tentangmu
berharap jualah kepada Robbmu,
teguhkan ibadah demi ridhoNya untukmu
teruslah ibadah jangan menunggu,
menahan ibadah justru itulah riya’ yang tabu
melaksanakan ibadah karena manusia,
itulah kesyirikan hati yang hitam membisu
dan ikhlas, adalah kamu diselamatkan dari semuanya itu
Jangan bangga dengan banyaknya amalmu,
dosa dan amal lebih banyak dosamu,
apa yang membuat jiwa dan hatimu,
merasa hebat takkan terkalahkan,
oleh orang sholeh di sekitarmu,
akhi, jangan tertipu.
Janganlah menyampaikan kebenaran,
hanya karena ingin diseru
Bila tidak ditanggapi hati sedih dan pilu
Kita hanya disuruh menyampaikan Al-Haq selalu
Urusan hidayah hanya Alloh saja yang tahu
Sampaikanlah walau orang menjauh darimu
Tak kenal tempat dan waktu.
Sepanjang baik niatanmu,
Jangan pernah berpaling dari padanya,
Lakukanlah detik ini wahai jiwa yang rindu
akan kehormatan dan kedudukan di sisi Tuhanmu
Jangan bertolak karena remehan orang kepadamu
atau syubhat dunia yang menakutimu
sadarlah, buka mata, buka hatimu
Kemuliaan dihadapanmu
Majulah terus wahai akhi yang dirahmati selalu
kepada kemuliaan ilmu dan amal surgamu,
yang menjadikan berat dan tambah berat timbanganmu.
Akhi, laksanakan niatanmu,
Alloh bersamamu,
Alloh mencintaimu,
Alloh selalu hadir membantumu.